Jogja

DPRD DIY Kebut Membahas Raperda Riset, Invensi dan Inovasi Daerah

Yudi Permana | 9 Oktober 2025, 17:17 WIB
 DPRD DIY Kebut Membahas Raperda Riset, Invensi dan Inovasi Daerah

Akurat.co, Jogja - DPRD DIY saat ini telah dalam proses pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang berkaitan dengan isu-isu strategis di DIY.

Setidaknya ada empat Raperda yang saat ini dalam proses pembahasan. Salah satunya adalah Raperda DIY tentang Penyelenggaraan Riset, Invensi dan Inovasi Daerah yang masuk dalam Bahan Acara (BA) Nomor 26 Tahun 2025.

Raperda ini ditargetkan akan selesai dan bisa disahkan di akhir Oktober ini.

"Salah satu gol dari Raperda ini adalah pembentukan badan atau lembaga baru yang berkaitan dengan riset, invensi dan inovasi daerah," kata Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto dalam jumpa pers di ruang komisi, Kamis (09/10/2025).
 

Melalui Perda ini harapannya bisa memperkuat kelembagaan yang secara khusus melaksanakan tugas untuk kebijakan riset, invensi dan inovasi daerah di tingkat nasional ada di daerah.
 
Mengapa regulasi ini menjadi sangat penting, karena kedepan seluruh kebijakan pemerintah daerah wajib untuk berbasis kepada data, penelitian atau riset serta informasi yang benar dan akurat.
 
Maka salah satu yang menjadi konsentrasi Pansus adalah bagaimana Pemda DIY ini mampu menyusun teks data micro, melalui tentu saja metodologi yang ilmiah metodologi yang benar.
 
Harapannya bisa melahirkan satu bank data yang kuat. Misalnya data berapa jumlah balita, jumlah ibu mengandung DIY, lansia hingga usia produktifnya ada berapa.
 
"Tujuannya, ketika Pemda melakukan atau menyusun satu kebijakan itu benar-benar sesuai dengan target dan sasaran yang ingin dicapai," jelasnya.
 

Eko menegaskan, riset menjadi kunci dalam menghadapi berbagai persoalan daerah. Mulai dari sektor pertanian hingga mitigasi bencana.

Riset penting dilakukan di bidang pertanian, karena lahan produktif terus berkurang dan kebutuhan pangan di sisi lain mengalami peningkatan karena pertumbuhan penduduk.

"Kita harus memastikan produktivitas pangan tetap terjaga. Begitu juga dengan keanekaragaman hayati, kelautan di pantai selatan dan kekayaan kuliner lokal, semuanya perlu diteliti agar memberi nilai tambah bagi masyarakat," ungkapnya.
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.