Kulon Progo Bersiap Hadapi Bencana Hidrometeorologi

Akurat.co,Jogja-Kabupaten Kulon Progo bersiap menghadapi bencana hidrometeorologi seiring masuknya musim puncak penghujan di pengunjung tahun hingga awal tahun depan.
Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang diakibatkan oleh aktivitas cuaca seperti siklus hidrologi, curah hujan, temperatur, angin dan kelembapan.
Bentuk bencana hidrometeorologi berupa kekeringan, banjir, badai, kebakaran hutan, longsor, angin puyuh, gelombang dingin, hingga gelombang panas. Penyebab bencana hidrometeorologi adalah perubahan iklim dan cuaca ekstrem.
Baca Juga: Sepanjang Oktober 2025 20 Rumah Rusak karena Cuaca Ekstrem, BPBD Kota Jogja Imbau Warga Waspada
Bentuk kesiapan dilakukan dengan Apel Kesiapsiagaan Dalam Rangka Tanggap Bencana Hidrometeorologi yang digelar di halaman Polres Kulon Progo, Rabu (5/11/2025).
Kepala BPBD Kulon Progo, Setiawan Tri Widada, S.Sos , mengatakan, dari data lapangan dan hasil assessment dampak bencana yang terjadi di beberapa titik lokasi, Pemkab Kulon Progo saat ini telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana.
"Jika dalam perjalanannya kemudian kondisi bencana semakin masif, kita akan naikkan menjadi tanggap darurat," jelasnya.
Setiawan mengatakan bahwa dengan penetapan status Siaga Darurat, maka seluruh perangkat daerah yang terlibat dalam penanganan bencana, bisa menggunakan dana Belanja Tak Terduga (BTT) untuk penanganan kedaruratan bencana.
"Untuk anggaran BTT untuk semuanya bukan hanya penanganan bencana itu ada Rp 10 miliar," ungkapnya dikutip dari laman resmi Pemkab Kulon Progo.
Setiawan juga menekankan, meskipun bencana yang terjadi masih dalam skala kecil, namun tetap menjadi perhatian dan akan terus dilakukan assessment, sebagai dasar untuk merencanakan tindakan tanggap darurat lebih lanjut sekaligus memitigasi risiko bencana.
Baca Juga: BPBD Jogja Ingatkan Potensi Banjir dan Tanah Longsor, Kelompok Tangguh Bencana Dioptimalkan
Kapolres Kulon Progo AKBP Wilson Bugner F. Pasaribu mengungkap, total personel Polres Kulon Progo dalam menghadapi bencana Hidrometeorologi sekitar 350.
Selain itu juga ada sekitar 161 personel dari stakeholder lainnya, termasuk TNI, BPBD, Basarnas, dan BMKG.
"Jadi kita semua bersiap siaga dan bekerja sama untuk menghadapi segala kemungkinan bencana,” jelas Wilson.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Inovasi Smart Claypot UPNVY, Simpan Cabai 15 Hari Tanpa Listrik
- 2Pembukaan FKY 2026, Hadirkan Kolaborasi Apik Sultan dan Kunto Aji
- 3JJLS Kelok 23 Mulai Diuji Coba, DPRD DIY Soroti Hal Ini
- 4544 Atlet ASN Siap Berlaga dalam PORPRIDA DIY 2026
- 5Pelantikan Pengurus Peradi 3 Kabupaten/Kota, Dorong Sinergi Penegakan Hukum Berkeadilan
- 6Keren, Jam Belajar Masyarakat Kota Jogja Dimulai dari Tingkat RW
- 7Warga Sengir Sleman Terima Serat Kekancingan dari Keraton
- 8Pantai Gumuk Pasir jadi Saksi Pembaretan Pasukan Perdamaian PBB di Afrika Tengah
- 9Kelok 23 Baru Difungsikan untuk Kendaraan Roda 2 dan 4 Saja, Kapan Kendaraan Berat?
- 10Inovasi Smart Claypot UPNVY, Simpan Cabai 15 Hari Tanpa Listrik









