Jogja

Kota Jogja Bersiap Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

Yudi Permana | 19 September 2025, 10:05 WIB
Kota Jogja Bersiap Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

Akurat.co,Jogja-Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menegaskan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi pada musim hujan tahun ini.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, dalam jumpa pers kesiapsiagaan musim hujan, di Kantor Dinkominfosan Kota Yogya, Kamis (18/9).

“Dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi musim hujan sebagaimana informasi dari BMKG, peralihan musim kemarau ke musim hujan sudah diingatkan sejak awal.

Baca Juga: Sleman Raih Penghargaan Nasional untuk Tata Kelola Transformasi Digital

Bahkan sejak Agustus lalu sudah mulai turun hujan dengan intensitas cukup lebat, dan dampaknya sudah terjadi beberapa peristiwa, seperti rumah roboh, pohon tumbang, dan genangan air di sejumlah lokasi,” jelas Nur Hidayat.

Pihaknya juga mengingatkan bahwa pada September, Oktober, dan November 2015 perlu diantisipasi potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang.

Nur Hidayat mencatat sebanyak 169 kampung tangguh bencana (KTB) telah dibina dengan pelatihan keterampilan penanggulangan, mitigasi ancaman, hingga simulasi jalur evakuasi.

Dari sisi peralatan, Kota Yogyakarta kini memiliki 26 unit Early Warning System (EWS) yang tersebar di tiga sungai besar yakni Sungai Code, Winongo, dan Gajahwong.

Pemetaan wilayah berisiko bencana

Berdasarkan pemetaan yang telah dilakukan BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat mengungkapkan daerah rawan bencana hidrometeorologi tersebar di hampir seluruh kemantren dengan tingkat risiko berbeda-beda.

Misalnya banjir dan genangan di wilayah bantaran Sungai Code diantaranya Gondokusuman, Jetis, Gedongtengen, Sungai Winongo yakni Tegalrejo, Ngampilan, Mantrijeron serta Sungai Gajahwong di wilayah Umbulharjo, Kotagede, dan sekitarnya.

Baca Juga: Sejarah Jadah Tempe Mbah Carik, Namanya Merupakan Pemberian Sultan HB IX

Kemudian risiko tanah longsor di beberapa titik tebing di Kotagede, Umbulharjo, dan Kraton. Serta risiko pohon tumbang di jalur-jalur protokol dengan banyak pepohonan besar, seperti Jalan Kusumanegara, Jalan Wahid Hasyim, Jalan Kyai Mojo, dan kawasan sekitarnya.

Selain itu, kawasan padat pemukiman di 14 kelurahan juga dicatat rawan genangan saat curah hujan tinggi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.