Dinkes Kota Jogja: Super Flu Bisa Dikendalikan, Masyarakat Tak Perlu Panik

Akurat.co,Jogja-Dinas Kesehatan Kota Jogja memastikan penyakit super flu bisa dikendalikan. Masyarakat agar tidak panik dengan meningkatnya kasus.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data serta Sistem Informasi Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, dr. Lana Unwanah.
dr. Lana mengungkapkan, masyarakat saat ini diliputi kekhawatiranterhadap super flu seiring meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) saat perubahan musim.
Baca Juga: Menkes: Super Flu Sudah Ada Sejak Puluhan Tahun, Masyarakat Tidak Perlu Panik
“Secara umum, flu merupakan penyakit akibat virus yang bersifat self limiting disease, artinya bisa sembuh dengan sendirinya apabila daya tahan tubuh kita baik,” jelas dr. Lana.
Gelaja super flu lebih berat
Namun demikian, dr. Lana menyebutkan, super flu yang secara medis dikenal sebagai Influenza A (H3N2) subclade K ini memiliki gejala yang relatif lebih berat dan durasi sakit yang lebih panjang dibandingkan flu biasa.
Jika flu umumnya sembuh dalam waktu dua hingga tiga hari, super flu dapat berlangsung hingga lebih dari satu minggu.
"Gejalanya meliputi demam tinggi mendadak, nyeri otot dan sendi, lemas yang lebih ekstrem, sakit kepala berat, serta batuk yang menetap cukup lama,” ujarnya.
dr. Lana mengungkapkan, super flu berbeda dengan Covid-19. Dalam virus Influenza A (H3N2) subclade K ini menyerang saluran pernapasan bagian atas dan jarang menimbulkan gangguan berat hingga ke paru-paru, sebagaimana yang terjadi pada Covid-19.
“Super flu tidak sampai menyebabkan kondisi berat seperti ARDS yang membutuhkan ventilator. Jadi masyarakat tidak perlu panik berlebihan, tetapi tetap harus waspada,” tegasnya.
Selain penyakit menular, dr. Lana juga menyoroti meningkatnya tren penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, hingga kasus gagal ginjal yang memerlukan cuci darah.
Baca Juga: Pakar Penyakit Dalam UMY: Super Flu Cepat Menular, tapi Terkendali
Menurutnya, kondisi tersebut banyak dipengaruhi oleh pola hidup yang tidak sehat.
“Pola makan yang tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, dan kebiasaan hidup tidak sehat menjadi faktor utama meningkatnya penyakit-penyakit tersebut,” katanya.
Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta berharap masyarakat tetap tenang namun waspada, serta disiplin menerapkan PHBS, menjaga asupan gizi seimbang, istirahat cukup, dan berolahraga secara teratur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Inovasi Smart Claypot UPNVY, Simpan Cabai 15 Hari Tanpa Listrik
- 2Pembukaan FKY 2026, Hadirkan Kolaborasi Apik Sultan dan Kunto Aji
- 3JJLS Kelok 23 Mulai Diuji Coba, DPRD DIY Soroti Hal Ini
- 4544 Atlet ASN Siap Berlaga dalam PORPRIDA DIY 2026
- 5Pelantikan Pengurus Peradi 3 Kabupaten/Kota, Dorong Sinergi Penegakan Hukum Berkeadilan
- 6Keren, Jam Belajar Masyarakat Kota Jogja Dimulai dari Tingkat RW
- 7Warga Sengir Sleman Terima Serat Kekancingan dari Keraton
- 8Pantai Gumuk Pasir jadi Saksi Pembaretan Pasukan Perdamaian PBB di Afrika Tengah
- 9Kelok 23 Baru Difungsikan untuk Kendaraan Roda 2 dan 4 Saja, Kapan Kendaraan Berat?
- 10Inovasi Smart Claypot UPNVY, Simpan Cabai 15 Hari Tanpa Listrik









