Posyandu dan Puskesmas Berperan Besar dalam Penurunan Stunting di Kota Yogyakarta

Akurat.co, Jogja - Angka stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak di Kota Yogyakarta berhasil ditekan.
Jika tahun 2024, angka stunting mencapai 14,8 persen. Pada awal Januari 2025 turun jadi 11,8 persen dan di akhir tahun kembali turun jadi 8,6 persen.
Untuk itu, Komisi A DPRD DIY terus mengupayakan agar anggaran Rp 120 juta/kelurahan dapat membantu upaya pemerintah khususnya Kota Yogyakarta untuk mengatasi permasalahan stunting.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto dalam forum reses I DPRD DIY 2026 dan berdialog dengan Posyandu dan Puskesmas di Kota Yogyakarta, Senin (19/01/2026).
Baca Juga: 2026, Pemkab Sleman Siap Tangani 920 Unit RTLH
Eko mengungkapkan, peran Posyandu dan Puskesmas sangat besar dalam upaya menekan angka stunting tersebut.
"Kerja keras Puskesmas, kader yang tergabung sebagai pendamping keluarga, PKK juga lurah beserta jajaran sangat patut kita apresiasi," ujarnya.
Eko Suwanto mengatakan, dengan keberhasilan penanganan stunting, diharapkan generasi masa depan memiliki tumbuh kembang baik, meningkat kualitas kesehatan dan lebih produktif.
"Tahun 2026 alokasi anggaran meningkat jadi Rp 120 juta, 100% guna penyelesaian masalah stunting. Ini komitmen kami untuk memastikan tumbuh kembang anak dan ibu hamil agar terjaga gizinya," ungkapnya.
Baca Juga: 'Angklung Goes to Prambanan', Puluhan Ibu-ibu Bermain Angklung di Candi Prambanan
Sri Wahyuni selaku Ketua PKK, RW 15 Sorosutan Yogyakarta menyatakan masyarakat berharap pemberian makanan tambahan (PMT Dais) bisa berkelanjutan. "Sangat bermanfaat dan masyarakat berharap bisa berlanjut," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Oase Malioboro Siap Sambut Wisatawan di Libur Akhir Tahun
- 2PWI DIY Terus Perjuangkan Gelar Pahlawan Nasional bagi Udin
- 3DIY Siapkan 203 Event Sepanjang 2027
- 4Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...
- 5Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 6DPRD DIY Siap Bahas Anggaran DED Renovasi Stadion Mandala Krida
- 7Dulu Saluran Pengairan, Tuk Bulus Sleman Kini Jadi Tempat Wisata Unggulan
- 8116 Orang Jadi Korban Demonstrasi Jogja Memanggil, Ini Respons Pemkot
- 9Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 10Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...









