Sri Sultan Ingatkan Pentingnya Integritas Pers, Jangan Sampai Opini Mengalahkan Fakta

Akurat.co,Jogja-Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan pentingnya pers menjaga integritas.
Di tengah arus informasi yang cepat, Sultan tak mau opini mengalahkan fakta.
Hal tersebut disampaikan Sri Sultan pada acara Pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY Masa Bakti 2025–2030, Kamis (22/1/2026).
“Kemerdekaan pers harus berjalan beriringan dengan integritas dan kebijaksanaan, serta kesadaran penuh atas dampak sosial informasi di ruang publik,” ujar Sri Sultan.
Baca Juga: PWI Pusat Mantapkan Program Rumah Pertama Wartawan, Pemerintah Siapkan Skema Ini
Selain itu, Sri Sultan menyoroti kecenderungan praktik jurnalistik yang semakin didorong oleh kecepatan dan viralitas.
Kondisi tersebut kerap menggeser prinsip kehati-hatian dan verifikasi, sehingga membuka ruang bagi opini dan algoritma untuk mengalahkan fakta.
Dalam konteks itu, Sri Sultan menekankan relevansi nilai-nilai kearifan lokal sebagai penuntun etika pers.
Ia mengutip falsafah Jawa Undhaking Pawarta Sudaning Kiriman, yang menegaskan bahwa mutu sebuah kabar ditentukan oleh kejernihan sumber, ketepatan cara, serta kebersihan niat dalam menyampaikannya.
“Pers yang bermartabat bukan hanya hadir lebih cepat dari peristiwa, tetapi lebih dalam dari sekadar ‘headline'," terangnya.
Inilah era, di mana arus informasi kerap bergerak jauh lebih cepat daripada proses verifikasi.
"Jangan sampai opini mengalahkan fakta dan algoritma lebih berpengaruh daripada nurani,” papar Sri Sultan.
Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir menyatakan bahwa tantangan dunia pers saat ini menuntut wartawan tetap teguh pada kode etik jurnalistik.
Ia menegaskan bahwa menjaga marwah profesi merupakan tanggung jawab utama organisasi pers di tengah tekanan kecepatan dan dinamika industri media.
“Tugas utama dari PWI ini adalah menjaga marwah profesi wartawan. Marwah profesi wartawan saat ini sedang mengalami tantangan yang sangat berat,” kata Akhmad Munir.
Baca Juga: Menteri PKP dan PWI Fasilitasi 5.000 Rumah Wartawan
Menurutnya, tantangan tersebut menuntut wartawan tetap teguh pada kode etik dan integritas, meski berada di tengah tekanan kecepatan dan situasi bisnis media yang tidak mudah.
“Kita harus terus teguh dan kokoh untuk menjalankan kode etik jurnalistik,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, PWI juga memberikan keanggotaan kehormatan PWI kepada Sri Sultan.
Akhmad Munir menyebut penghargaan tersebut diberikan kepada tokoh nasional yang memiliki kepedulian terhadap kemerdekaan pers dan kontribusi nyata bagi PWI dan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Gebrakan VinFast di Jogja: Rilis 3 Motor Listrik Baru, Varian Termurah Bisa Tembus 145 Km
- 2Siap-siap! Perusahaan di Gunungkidul Buka 1.000 Lapangan Kerja Baru
- 3Rayakan Dies Natalis ke-61, UAJY Tegaskan Komitmen Pendidikan Berdampak Nyata
- 4Heboh Grup Chat Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa Teknik, Ini Pernyataan UGM
- 5DIY Bebas Rabies, Kenapa Sleman Malah Gelar Vaksinasi Gratis Gede-gedean?
- 6Cerita Warga Gunungkidul di Musim Kemarau, Tak Sanggup Lagi Memikul Air dari Lokasi Jauh
- 7Bus Pengunjung Taman Pintar Bisa Turunkan Rombongan di Jalan Sriwedari
- 8Musim Hujan DIY Mulai November 2026, Dua Wilayah Ini Bakal Basah Duluan
- 9Gubernur DIY Tekankan Pentingnya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi UMKM dan PKL di DIY
- 10Ada yang Baru dari Honda CRF1100L Africa Twin, Pecinta Petualang Dijamin Kepincut









