Jogja

Gubernur DIY Ingin Terapkan Keamanan Siber Berbasis Budaya

Yudi Permana | 1 Juli 2025, 15:21 WIB
Gubernur DIY Ingin Terapkan Keamanan Siber Berbasis Budaya


Akurat.co, Jogja-
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menginginkan penerapan keamanan siber berbasis budaya.

Hal tersebut disampaikan Sultan saat menerima kunjungan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi beserta jajarannya pada Senin (30/6/2025).

Dalam pertemuan itu, Sri Sultan mengungkapkan keinginannya untuk memperpanjang MoU antara Pemda DIY dengan BSSN terkait pengembangan keamanan siber di DIY.

“Soal keamanan siber, kita kan sudah ada MoU dengan BSSN sebelumnya, tapi mungkin (kesepakatannya) sudah lima tahun yang lalu. Jadi saya minta tadi untuk diperpanjang karena BSSN ini sekarang juga sudah punya lembaga pendidikan berupa Politeknik.

Baca Juga: Dosen UGM Ungkap Indonesia Tengah Hadapi Krisis Petani

Jadi kalau tidak tersosialisasikan tentu tidak akan banyak yang tahu,” ungkap Sri Sultan.

Sri Sultan mengatakan, pada perpanjangan MoU pengembangan keamanan siber di DIY, Pemda DIY juga berkeinginan diizinkan melakukan pengembangan keamanan dengan pendekatan budaya.

Pada MoU tersebut Pemda DIY juga dapat diberi kewenangan untuk menyosialisasikan keberadaan Politeknik SIber dan Sandi Negara, serta program-program BSSN di daerah.

“Kami tentu harus pula mengenal terkait pengembangan keamanan siber. Dengan begitu kami memiliki kemampuan untuk melakukan antisipasi maupun penanganan ancaman siber di daerah kami,” imbuh Sri Sultan.

Sementara itu, Kepala BSSN, Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, selain silahturahmi pihaknya juga untuk membicarakan terkait keberadaan Museum Sandi yang ada di Kotabaru, Yogyakarta saat ini.

Dalam kesempatan ini, BSSN juga membicarakan terkait perkembangan keamanan siber dan sandi nasional yang saat ini tengah menghadapi banyak tantangan.

“Kami berterima kasih sudah difasilitasi tempat oleh Pemda DIY untuk Museum Sandi dari BSSN.

Dan kami tentu sangat bangga prestasi Pemda DIY dari segi keamanan sibernya punya indeks yang termasuk skor yang tertinggi secara nasional, termasuk skor keamanan informasinya juga. Hal ini yang kami harapkan bisa ditularkan kepada daerah lain,” ungkapnya.

Baca Juga: Jenang Legendaris Bu Gesti, Kudapan Tradisional yang Disukai Wisatawan Jogja

Terkait tantangan keamanan siber ke depan, Nugroho mengungkapkan, akan semakin besar. Hal ini seiring dengan semakin terintegrasinya komponen pemerintahan di Indonesia, baik pusat maupun daerah.

Apalagi, pemerintah pusat juga sudah menggariskan pemberlakuan satu data untuk sosial dan ekonomi. Dengan begitu, keamanan siber nasional harus semakin berkembang pula dengan baik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.