Kambing Kaligesing Kulon Progo, Potensi Peternakan Lokal yang Punya Nilai Jual hingga Miliaran

Akurat.co,Jogja-Salah satu potensi peternakan Kulon Progo adalah kambing peranakan etawa (PE) Kaligesing.
Kambing PE Kaligesing tak cuma memiliki potensi sebagai hewan ternak saja, tetapi juga sebagai hewan kontes karena fisiknya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Ir. Syam Arjayanti, MPA, menjelaskan bahwa kambing Kaligesing memiliki prospek yang sangat baik untuk dikembangkan karena merupakan ternak dwifungsi yang dapat menghasilkan susu sekaligus daging.
Susu kambing Kaligesing mengandung protein serta vitamin A dan B lebih tinggi dibandingkan susu sapi.
Baca Juga: Mahasiswa UMY Ubah Limbah Ternak jadi Kompos Bernilai Ekonomi
"Kambing Kaligesing betina bahkan dikenal sebagai penghasil susu terbaik, dengan produksi rata-rata 1,7–2 liter per hari,” ungkapnya saat kegiatan Kontes Ternak Kambing Kaligesing Tingkat Nasional 2025 belum lama ini, dikutip dari laman resmi Pemkab Kulon Progo, Selasa (16/9/2025)
Selain produktif dalam menghasilkan susu, kambing Kaligesing juga unggul dari sisi postur tubuh yang besar, tinggi, dan panjang.
Tingginya bisa mencapai lebih dari 1 meter dengan bobot hingga 100 kilogram.
Kondisi ini menjadikan Kaligesing sebagai plasma nutfah unggulan yang bernilai ekonomi tinggi.
Bahkan, tahun lalu pemenang kelas A jantan pernah mencapai harga hingga Rp1,2 miliar.
Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M. menegaskan kebanggaan atas potensi lokal Kulon Progo yang memiliki ras Kepala Coklat, dan berharap segera didaftarkan sebagai identitas indigeneus Kulon Progo.
Terkait kontes sendiri, Agung juga menyampaikan optimisme bahwa kontes ini ke depan dapat meningkat ke level yang lebih tinggi.
“InsyaAllah, ke depan lomba ini bisa dilaksanakan dalam skala Piala Presiden. Jika Piala Gubernur saja sudah mendapat antusiasme luar biasa, tentu Piala Presiden akan jauh lebih meriah dan berdampak luas,” katanya.
Baca Juga: Kebutuhan Listrik DIY Banyak di Rumah Tangga dan Pariwisata, PLN Diminta Menyesuaikan
Untuk kontes kambing PE Kaligesing biasanya akan mengikuti10 kategori kelas, meliputi jantan dan betina dari kelas A, B, C, D, hingga E.
Klasifikasi didasarkan pada tinggi gumba serta perkembangan gigi (poel).
Penilaian dilakukan ketat melalui dua tahap, yaitu babak penyisihan untuk menentukan 10 besar dan babak final guna menetapkan juara 1, 2, dan 3 di setiap kelas.
Parameter penilaian mencakup 11 aspek, antara lain kepala, tanduk, telinga, leher dan gelambir, postur tubuh, pola warna, bulu, kaki, ekor, rewos/jimbrak, hingga testis atau ambing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 4Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 5Tangan di Saku, Manajer PSIM Iksan Mahar Meminta Maaf
- 6Hadapi PSIM, PSM Makassar Lakukan Persiapan Khusus
- 7Kapolda Baru DIY Bakal Terbitkan Aturan Unjuk Rasa
- 8Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam





