Jogja

Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI 

Atiek Widyastuti | 15 Oktober 2026, 13:08 WIB
Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI 
Bootcamp AI di UAJY. - Istimewa

Akurat.co, Jogja - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menjadi tuan rumah Artificial Intelligence (AI) Bootcamp & National Competition, Selasa (06/10/2026) hingga Minggu (11/10/2026).

Kegiatan dengan tema tema “Magnifica Humanitas: Lead Beyond AI for Communication Students” tersebut digelar hasil kolaborasi dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) dan menjadi bagi mahasiswa ilmu komunikasi untuk mempelajari dan menerapkan kecerdasan artifisial (AI) dalam mengembangkan solusi atas persoalan di masyarakat.

Program ini diinisiasi dan dikelola bersama oleh Tim Peneliti Kolaboratif lintas perguruan tinggi APTIK yang terdiri dari 5 universitas. Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta (UAJ), Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Universitas Katolik Soegijapranata Semarang (SCU) dan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang (Unwira).

Selama kegiatan, mahasiswa mengikuti 14 modul pembelajaran dengan pendampingan dosen dari perguruan tinggi penyelenggara. Mereka juga diajak mengamati persoalan di sejumlah lokasi di Yogyakarta dan mewawancarai masyarakat untuk memperoleh informasi langsung sebagai dasar pengembangan solusi.

Baca Juga: Dosen UAJY Raih Hibah AEIF 2026, Siap Garap Youthpreneur Lab Berbasis AI

Hasil pengamatan tersebut kemudian diolah dalam kelompok melalui tahapan empathize, define dan idea. Mahasiswa selanjutnya mengembangkan prototipe dengan bantuan perangkat AI berdasarkan persoalan yang telah mereka identifikasi. Prototipe tersebut dipresentasikan dalam kompetisi di hadapan dewan juri.

Ketua Tim Penyelenggara APTIK AI Bootcamp dan National Competition, Mario Antonius Birowo menjelaskan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Hibah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia Tahun 2025.

Dimana pada tahun tersebut Mario dengan tim mengumpulkan sejumlah data dari berbagai sumber yang kredibel, data-data yang terkumpul kemudian diolah dan dituangkan ke dalam 14 modul yang pada tahun 2026 ini kemudian diimplementasikan selama masa kegiatan AI Bootcamp dan National Competition.

“Hari pertama kami melihat mahasiswa masih meraba-raba, apa sih kira-kira yang akan didapat. Sepanjang kegiatan mulai kelihatan bagaimana bentuk perkembangan mahasiswa. Karena memang modul yang dibuat dengan sistematis tersebut akan terasa tautannya atau jalinannya yang utuh hingga berupa karya yang kita namakan prototipe hingga mempraktikan produk AI yang relevan dengan anak ilmu komunikasi. Ini menjadi seperti laboratorium di mana mahasiswa bereksperimen, dimana nantinya jika mereka mempunyai waktu yang lebih panjang mereka akan membuat sesuatu yang lebih bagus lagi,” tambah Mario, Kamis (15/10/2026).

Baca Juga: MUNAS VII APTIKOM 2026: UAJY Desak Kampus IT Jadi Pusat Dampak di Era AI

Salah satu peserta dari UKWMS, Michael Marcellino mengaku memperoleh pengalaman berharga melalui kegiatan tersebut. Selain mempelajari pemanfaatan AI, ia juga mendapat kesempatan bertukar wawasan dengan peserta dari berbagai latar belakang.

“Pengalaman yang luar biasa bisa mendapat insight dari berbagai macam latar belakang,” ungkap Michael.

Melalui AI Bootcamp & National Competition, APTIK berharap mahasiswa ilmu komunikasi tidak hanya mampu memahami perkembangan teknologi AI, tetapi juga menggunakannya secara kreatif dan bertanggung jawab untuk menghasilkan solusi yang relevan bagi masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.