Jogja

Tren TBC di Kota Jogja Menurun, Mendagri Sebut Kolaborasi Pusat-Daerah jadi Kunci Penanganan

M. Mubin Wibawa | 30 September 2025, 12:57 WIB
Tren TBC di Kota Jogja Menurun, Mendagri Sebut Kolaborasi Pusat-Daerah jadi Kunci Penanganan

Akurat.co, Jogja-Dibanding 2024, tren kasus penyakit tuberkulosis (TBC) di Kota Jogja mengalami penurunan.

Pada 2024, kasus TBC di Kota Jogja mencapai 1.469 kasus.

Sedang per Mei 2025, kasus TBC mencapai 583 kasus.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan, sinergi pusat dan daerah mampu mengendalikan masalah kesehatan secara efektif.

Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian: Sinergi Pusat dan Daerah Kunci Sukses Program MBG, Di Sleman Evaluasi Dilakukan

Hal tersebut juga terjadi ketika pandemi Covid-19, di mana kolaborasi pusat-daerah efektif dalam menangani penyakit.

Prinsip yang sama, kata Tito, harus diterapkan dalam percepatan penanganan TBC.

Menurut Global Tuberculosis Report 2024, Indonesia menempati peringkat kedua dunia untuk kasus dan kematian akibat TBC.

Untuk itu, Tito meminta Pemda menjadikan penanganan TBC sebagai prioritas utama, dengan membentuk tim khusus di setiap kabupaten, kota, dan provinsi.

Evaluasi rutin, screening massal, serta koordinasi lintas sektor dinilai penting agar penanganan TBC berjalan optimal.

Dosen Administrasi Bisnis Universitas Nusa Cendana Ricky Ekaputra Foeh menyebut, pola co-governance seperti saat Covid-19 bisa menjadi model terbaik dalam
menjalankan program pemerintah.

Di mana, pusat menetapkan standar, Pemda mengawal eksekusi di lapangan. Dengan akses data yang lengkap, pengawasan bisa dilakukan berlapis.

Baca Juga: Sekolah Wartawan UGM Bahas Penyusunan Policy Brief Berbasis Bukti, di Indonesia Kebijakan Seringkali karena Insting dan Kepentingan

Pengalaman dari pandemi Covid-19 memberi pelajaran berharga: kebijakan publik hanya akan berhasil jika Pemda dilibatkan penuh.

Dengan keterlibatan aktif Pemda, kepercayaan masyarakat akan lebih kuat, dan masa depan program pemerintah bisa lebih terjaga.

Pola sama untuk Program MBG

Mendagri menyebut pola sama juga bisa untuk mendukung dan menyukseskan program MBG.

Ia juga mendorong Pemda berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaan program MBG.

Melalui keterlibatan Dinas Kesehatan, ahli gizi, dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS), Pemda diharapkan mampu memastikan kualitas makanan tetap sehat, aman, dan bergizi, sehingga anak-anak Indonesia terjamin kesehatannya.

Dengan mengedepankan kolaborasi pusat dan daerah, pemerintah optimistis target penuntasan TBC dan keberhasilan program MBG dapat tercapai, sebagaimana terbukti saat pengendalian pandemi Covid-19.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.