Solusi Permasalahan Sampah, Pemkot Jogja Bangun Pengolahan Pupuk Organik

Akurat.co, Jogja-Sebagai salah satu solusi permasalahan sampah di Kota Yogyakarta, pemerintah kota (pemkot) membangun Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPO).
UPO dibangun di Jalan Sidomulyo, Bener, Tegalrejo ini merupakan langkah strategi dalam mengatasi permasalahan sampah di Kota Yogya, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan di wilayah kota.
“Kami ingin membuat unit pengolah pupuk organik di sini. Karena masih ada sawah yang kita miliki, tidak ada salahnya kalau kita mencoba membuat pupuk sendiri.
Baca Juga: Pemerintah Rencanakan Proyek Sampah jadi Energi, Ini Pendapat Pakar UGM
Saat ini pupuk organik sedang diunggulkan, karena apa pun yang berbasis organik itu lebih sehat,” ujar Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo saat meninjau lokasi pembangunan, Kamis (9/10/2025) kemarin.
Mengurai permasalahan sampah organik
Hasto menjelaskan, bahan dasar pembuatan pupuk organik dapat diperoleh dari sampah organik yang ada di lingkungan sekitar, seperti daun-daun kering hasil sapuan jalan dan limbah organik rumah tangga.
Upaya tersebut, tidak hanya bermanfaat bagi pertanian, tetapi juga membantu mengurangi timbunan sampah di kawasan perkotaan.
“Daun-daun kering itu bisa kita manfaatkan untuk pupuk organik yang sehat. Nantinya kegiatan ini akan terintegrasi dengan sistem pertanian, karena kebutuhan di bidang pertanian itu saling terkait,” imbuhnya.
Hasto menargetkan pembangunan unit pengolahan pupuk organik tersebut dapat diselesaikan dan paling lambat beroperasi pada bulan Desember tahun ini.
“Desember kita jadikan deadline, kalau bisa sebelum itu lebih baik,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta, Sukidi, menjelaskan bahwa pembangunan UPO di Sitimulyo merupakan bagian dari konsep integrated farming atau pertanian terpadu yang menggabungkan pengelolaan sampah dengan pemanfaatan hasilnya bagi pertanian kota.
Pihaknya mengungkapkan bahwa pupuk yang dihasilkan dari unit ini nantinya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian di wilayah Kota Yogyakarta, sekaligus menjadi media tanam yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Proyek Sampah Jadi Energi Listrik, DIY Masuk Salah Satu Wilayah Prioritas
“Luas bangunan hanggar yang kami rencanakan sekitar 200 hingga 300 meter persegi. Proses pengolahannya dimulai dengan mencacah bahan organik menggunakan chopper, sehingga ukurannya kecil dan siap melalui tahap fermentasi hingga menjadi pupuk,” jelasnya.
Sukidi optimis pembangunan UPO dapat rampung pada akhir Oktober dan langsung mulai beroperasi. “Kami berharap Oktober sudah selesai dan bisa segera dimanfaatkan,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Oase Malioboro Siap Sambut Wisatawan di Libur Akhir Tahun
- 2PWI DIY Terus Perjuangkan Gelar Pahlawan Nasional bagi Udin
- 3DIY Siapkan 203 Event Sepanjang 2027
- 4Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...
- 5Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 6DPRD DIY Siap Bahas Anggaran DED Renovasi Stadion Mandala Krida
- 7Dulu Saluran Pengairan, Tuk Bulus Sleman Kini Jadi Tempat Wisata Unggulan
- 8116 Orang Jadi Korban Demonstrasi Jogja Memanggil, Ini Respons Pemkot
- 9Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 10Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...









