Pemetakan ini mengacu pada keadaan Nataru tahun sebelumnya dan ketika momen libur lebaran.
Ada lima titik yang menjadi langganan kemacetan.
Tiga masuk jalan nasional, satu jalan provinsi dan satu ruas menuju objek wisata.
Titik rawan macet yang masuk jalan nasional adalah Jalan Wates, Jalan Solo dan Jalan Magelang. "Ketiganya adalah pintu masuk Yogyakarta dari Kabupaten Sleman," kata Kepala Dishub Sleman Heri Kuntadi, Selasa (16/12/2025).
Baca Juga: Sambut Nataru, Bandara Adisutjipto Yogyakarta Siapkan Extra Flight
Untuk jalan provinsi yang juga rawan macet adalah Jalan Godean. Sedangkan ruas jalan menuju objek wisata yang termasuk rawan macet. Seperti jalur menuju Taman Tebing Breksi Prambanan, Ibarbo Jalan Magelang dan menuju Kaliurang.
Selain jalur rawan kemacetan, Dishub Sleman juga memetakan setidaknya 13 titik rawan kecelakaan.
Seperti Jalan Glondong-Tegalrejo (Jalan LPMP) Kalasan, Jalan Kenaran-Losari (Jalan Raya Pereng) Sumberharjo Prambanan, Jalan Mudal-Prujakan (Jalan Damai) dan yang lain.
Lebih lanjut Heri mengungkapkan, guna mengurai kemacetan tersebut Dishub juga telah menyediakan jalur alternatif. Seperti alternatif Magelang-Yogyakarta, melalui ruas jalan Simpang Pasar Tempel-Batas Kota sepanjang 22,4 kilometer.
Ada juga jalur alternatif Solo-Yogyakarta melalui Jalan Berbah Kalasan melalui Simpang Blok O sepanjang 9 kilometer.
Baca Juga: Mulai 2026 Tiap Kelurahan di Kota Jogja akan Kelola Sampah Organik
Alternatif Wates menuju Magelang, melalui Simpang Tiga Klangon-Simpang empat Tempel sepanjang 22 kilometer. Jalan alternatif menuju Breksi, melalui Simpang Pasar Prambanan-Breksi dengan panjang jalur 5,4 kilometer.
Ada juga alternatif Wates-Jogja, melalui Simpang Klangon-Simpang Empat Pelemgurih sepanjang 15 kilometer. Jalan alternatif Magelang-Prambanan, melalui Simpang Pasar Tempel-Simpang Ramayana Bogem sepanjang 30,6 kilometer.
Terakhir, alternatif bus Magelang - Prambanan, melalui Simpang Pasar Tempel-Simpang Proliman Bogem sepanjang 28,5 kilometer.
"Kami sudah melakukan survei untuk jalur-jalur alternatif, kemudian melakukan proses pemetaan rambu-rambu yang dibutuhkan agar nanti pengendara bisa lebih mudah dalam proses perjalanannya," ujarnya.