Jogja

Gajah Craig Mati di Usia 54 Tahun, Pakar UGM: Bukti Keberhasilan Konservasi di Kenya

M. Mubin Wibawa | 20 Januari 2026, 12:05 WIB
Gajah Craig Mati di Usia 54 Tahun, Pakar UGM: Bukti Keberhasilan Konservasi di Kenya

Akurat.co,Jogja-Kabar duka menyelimuti dunia satwa pada Sabtu (3/1/2026). Seekor Gajah Craig mati pada usia 54 tahun di Taman Nasional Amboseli, Kenya.

Tapi di balik duka, tersembul harapan akan keberhasilan konservasi habitat gajah di negara tersebut.

Guru Besar UGM dalam Bidang Parasitologi, Prof. Dr. drh. Raden Wisnu Nurcahyo menyatakan apresiasinya karena sampai saat ini masih ada negara yang berhasil mempertahankan habitat gajahnya.

Baca Juga: Mengenal Olahraga Catur Gajah yang Kini Mulai Tren di Yogyakarta

Bahwa dengan kondisi Craig yang memiliki gading panjang sampai akhir usianya, merupakan suatu pencapaian luar biasa.

“Artinya, dengan gading yang begitu panjang, hidupnya terlihat nyaman. Kita bisa berasumsi bahwa selama hidupnya dia tinggal di habitat yang nyaman, terlindungi, bebas dari ancaman, dan ketersediaan pakannya tercukupi,” kata Wisnu, dikutip dari laman resmi UGM, Selasa (20/1/2026).

Bagaimana di Indonesia?

Di Indonesia sendiri, kata Wisnu, Kementerian Kehutanan khususnya melalui Taman Nasional dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sebenarnya sudah memiliki program yang baik.

Salah satunya adalah Pusat Latihan Gajah (PLG) Gajah Sumatra yang ada di beberapa Taman Nasional (TN) seperti di Way Kambas (Lampung), Bukit Barisan Selatan (Bengkulu), Padang Sugihan (Palembang), Bukit Tigapuluh (Jambi), Tesso Nilo (Riau), hingga Saree (Aceh).

PLG ini bertujuan menyelamatkan gajah dari perburuan, kebakaran hutan, atau konflik dengan manusia agar tidak dibunuh, kemudian direhabilitasi.

“Namun masalah utamanya adalah ancaman populasi gajah liar di alam,” jelasnya.

Menurutnya, habitat gajah di alam liar semakin menyusut akibat pembalakan liar, perburuan gading, penyakit, serta pembukaan lahan untuk perkebunan sawit dan pertambangan.

Terlebih, dengan bencana banjir yang terjadi pada November tahun lalu di di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Mengenai usia, Wisnu menyebut rata-rata gajah di Indonesia sendiri banyak gajah di PLG berusia sekitar 30-40 tahun. Namun, tantangan terbesarnya ada pada permasalahan kesehatan.

Wisnu menekankan bahwa tantangan untuk mencapai usia tua seperti gajah di Afrika sebenarnya bisa dilakukan. Bahkan menurutnya gajah bisa bisa berusia 70 tahun di alam liar.

Baca Juga: Gunung Gajah, Destinasi Wisata Alternatif dengan View Alam yang Apik di Kulon Progo

“Di Asia sendiri, rentang hidup alami sekitar 60 tahun, tapi di kebun binatang rata-rata lebih pendek, sekitar 20-30 tahun karena stres dan ruang gerak terbatas,” jelasnya.

Menurut Wisnu, pemerintah perlu mendorong program konservasi gajah melalui perlindungan habitat.

Sebab gajah adalah satwa liar yang butuh ruang luas, manajemen pakan dan pemeriksaan kesehatan rutin.

Gajah juga butuh sterilisasi dari ternak, dan yang tak kalah penting adalah menjamin kesejahteraan hewan dengan melarang adanya eksploitasi atau atraksi yang membuat gajah tertekan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.