Pelayanan Kesehatan Saat Lebaran, Dinkes Sleman Siagakan 7 RS Khusus Tangani PONEK, Apa Itu?

Akurat.co, Jogja - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman akan menyiagakan tujuh rumah sakit untuk Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK).
Hal tersebut guna menangani kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, dan bayi baru lahir demi menekan angka kematian ibu dan bayi.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman, penanganan kedaruratan ibu hamil menjadi perhatian guna menekan angka kematian pada ibu hamil.
Kenapa harus waspadai, karena banyak ibu hamil yang kurang aware dengan kondisi kesehatan mereka. Merasa sehat, lalu melakukan perjalanan luar kota.
Baca Juga: Dispar Sleman Targetkan Kunjungan Wisatawan Minimal 200 Ribu di Momen Lebaran 2026
"Ternyata termasuk resiko tinggi. Sampai sini mengalami preeklampsia sehingga menimbulkan pendarahan," katanya dalam jumpa pers terkait kesiapan libur Idul Fitri 2026 di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa (10/03/2026).
Jika kondisi tersebut muncul, jangan sampai ada keterlambatan penanganan. Baik ibu hamil itu sendiri maupun fasilitas kesehatannya. Ini juga sebagai upaya untuk menekan angka kematian ibu setelah melahirkan.
Ketujuh rumah sakit rujukan PONEK tersebut tersebut adalah RSUP Dr. Sardjito, RSUD Sleman, RSUD Prambanan, RSA UGM, RSKIA Sadewa, RS Sakina Idaman dan RSU PKU Muhammadiyah Gamping.
"Puskesmas juga telah kita himbau untuk melakukan identifikasi ibu hamil resiko tinggi yang HPL dalam rentan tanggal 18-24 Maret 2026 dan selalu berkoordinasi dengan Puskesmas PONED dan RS PONEK," jelasnya.
Baca Juga: Bangga Berlebaran dengan Produk UMKM, Pemkab Sleman Terbitkan SE Borong Bareng
Bagi Puskesmas rawat inap Dinkes Sleman telah mengeluarkan himbauan untuk selalu menyiagakan tim PONED jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Termasuk meningkatkan kewaspadaan terhadap KLB makanan atau penyakit. Jika ada kasus yang dicurigai, dapat segera berkoordinasi dengan Dinkes.
Selain itu, Dinkes Sleman juga memastikan untuk puskesmas rawat inap tetap membuka pelayanan operasional selama 24 jam seperti biasa. Untuk puskesmas non rawat inap, pelayanan dibuka mulai pukul 07.30 hingga 19.00 WIB, pada tanggal 18 hingga 24 Maret 2026.
"Bagi pemudik tetap kita himbau untuk menerapkan protokol kesehatan. Cuci tangan, memakai masker jika sedang flu, menjaga jarak dan tentunya PHBS," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tiket Offline PSIM vs Persija Dijual Hanya untuk Kelompok Suporter, Kapan Suporter Umum?
- 2Sleman Darurat 'Obat Resep', Konsumsi Alprazolam Tembus 6,2 Juta Tablet, Apotek Mulai Meresahkan Warga
- 3Daftar 5 Lurah PAW Kabupaten Sleman yang Resmi Dilantik Hari Ini
- 4Gandeng Mitra Asia hingga Eropa, FSMR ISI Yogyakarta Gelar Pameran Seni JMMK #18
- 5Tiket Online PSIM vs Persija Dijual Hari Ini, Simak Baik-baik Jam Penjualannya
- 6Genap Berusia 270 Tahun, Ini Catatan Merah yang Bikin Pemkot Jogja Harus Kerja Keras
- 7LSP UGM Tambah 28 Skema Sertifikasi Baru, Siapkan Lulusan Kerja
- 8Gelaran Wayang Jogja Night Carnival Targetkan 60 Ribu Pengunjung
- 9Antisipasi Banjir Sleman, Pemkab Petakan 3 Wilayah Fokus Mitigasi
- 10Drawing Piala Liga Untungkan PSIM, Lawan Relatif Mudah









