Libatkan PKK, Sleman Terus Berupaya Tekan Angka TBC dan Stunting

Akurat.co, Jogja - Angka prevalensi stunting di Kabupaten Sleman di tahun 2025 sebesar 4,29 persen. Data ini turun dibanding 2024 dengan 4,4i persen.
Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sleman Parmilah Harda Kiswaya dalam sosialisasi pencegahan stunting dan TBC di Rumah Dinas Bupati Sleman.
Sedangkan untuk jumlah kasus Tuberkulosis (TB) di tahun 2025 terdapat 2.542 kasus.
Meski angkanya turun, Pemkab Sleman tetap terus berupaya agar stunting dan TB dapat terus ditekan.
"Termasuk pendampingan terhadap keluarga yang terjangkit TB. Dibutuhkan kerjasama seluruh pihak untuk menyatukan komitmen dalam menekan stunting dan TB,” ujarnya, Jumat (19/06/2026).
Sementara itu Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sleman Danang Maharsa berkomitmen untuk menekan angka stunting dan TB hingga tingkat kalurahan.
Menurutnya, TP-PKK menjadi mitra strategis untuk mengedukasi masyarakat terkait pentingnya mencegah stunting sejak dini. Masing-masing Kelompok Kerja (Pokja) memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, mulai dari peran pengolahan asuh, peran pendidikan keluarga, ketahanan pangan hingga perbaikan sanitasi lingkungan.
“Untuk mencegah stunting tidak dilakukan saat ibu sudah mengandung, bahkan sudah harus kita lakukan jauh sebelum itu, yaitu sejak calon ibu masih dalam masa remaja. Hal ini penting untuk kita pahami,” ujar Danang yang juga selaku Wakil Bupati Sleman tersebut.
Baca Juga: Inovasi Atasi Stunting Segoro Bening Wirobrajan Dapat Penghargaan Nasional, Apa yang Dilakukan?
Begitu pula dengan TBC, Danang juga menyebut keluarga memiliki peran penting untuk memutus rantai penularan TBC. Untuk itu, ia menyebut sinergi dan kolaborasi TP-PKK Kabupaten hingga tingkat kalurahan memiliki kedudukan penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.
“Jangan lupa juga dengan penguatan layanan posyandu. Posyandu bisa menjadi media yang baik untuk menyampaikan edukasi kepada orangtua agar memahami langkah yang tepat untuk membangun keluarga yang kuat,” papar Danang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









