BPBD Sleman Salurkan Bantuan Korban Cuaca Ekstrem

Akurat.co, Jogja - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman menyalurkan bantuan bagi warga masyarakat yang menjadi korban bencana cuaca ekstrim.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Bambang Kuntoro menyampaikan, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap.
Untuk wilayah Sleman Timur (meliputi Tamanmartani, Kalasan, Jogotirto, dan Selomartani), terdapat 50 penerima bantuan. Sementara itu, penyerahan bantuan untuk wilayah Sleman Barat dan Sleman Tengah dijadwalkan menyusul.
Pada tahap tersebut, total bantuan yang disalurkan sebesar Rp 80.850.000.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Landa Kota Jogja, BPBD Minta Masyarakat Waspada
"Jika diakumulasikan secara keseluruhan. Hingga saat ini, ada Rp 292.700.000 bantuan yang telah kita salurkan untuk korban bencana alam," ujar Bambang Kuntoro, Jumat (24/07/2026).
Bambang menegaskan, bantuan yang diberikan oleh pemerintah bersifat stimulan, bukan ganti rugi secara penuh atas kerugian yang dialami warga.
Melainkan berbentuk stimulan. Harapannya nanti bisa meringankan beban warga dalam merenovasi kembali rumah atau atapnya yang ambrol saat terjadi bencana.
Selain itu, Bambang Kuntoro turut mengimbau masyarakat terkait informasi prakiraan cuaca terkini dari BMKG. Berdasarkan data BMKG, lanjutnya, wilayah Sleman dan sekitarnya menghadapi anomali cuaca berupa fenomena El Nino serta pengaruh angin muson Australia yang cukup kering.
Baca Juga: El Nino Ancam Pertanian RI, Pakar UMY Ungkap Cara Mengatasinya
Kondisi tersebut memiliki beberapa dampak. Di antaranya musim kemarau panjang. Puncak musim kemarau diperkirakan bergeser dari Agustus ke September. Lalu mundurnya musim hujan.
"Awal musim hujan 2026/2027 diperkirakan mundur hingga November atau awal Desember. Dan juga potensi angin kencang di beberapa titik kawasan Sleman,” ungkapnya.
Pemkab Sleman juga menginstruksikan kepada seluruh perangkat daerah terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan langkah mitigasi di wilayah Kabupaten Sleman.
Salah satunya dengan melakukan pemangkasan pohon-pohon yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat, terutama saat terjadi angin kencang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Oase Malioboro Siap Sambut Wisatawan di Libur Akhir Tahun
- 2DIY Siapkan 203 Event Sepanjang 2027
- 3Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...
- 4Dosen UMY Ungkap Penyebab Boikot RANS Carnival Yogyakarta
- 5Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 6Daftar Lengkap Pemain PSIM untuk League Cup, 3 Asing dan 6 EPA
- 7Hujan Es Gegerkan Bantul, BMKG Jogja Ungkap Penyebabnya
- 8Fenomena Warga Miskin RI, Beli Rokok Lebih Utama ketimbang Makanan Bergizi
- 9Daftar Lengkap Pemain PSIM untuk League Cup, 3 Asing dan 6 EPA
- 10Tanggapi Kawat Berduri di Sumbu Filosofi, Pemda DIY Dorong Pengamanan Wisata yang Lebih Humanis







