Jogja

DIY Bebas Rabies, Kenapa Sleman Malah Gelar Vaksinasi Gratis Gede-gedean?

Atiek Widyastuti | 30 September 2026, 15:18 WIB
DIY Bebas Rabies, Kenapa Sleman Malah Gelar Vaksinasi Gratis Gede-gedean?
Petugas DP3 Sleman melakukan vaksin rabies. - Istimewa

Akurat.co, Jogja - Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman menggelar vaksinasi rabies gratis di halaman kantor setempat, Rabu (30/09/2026).

Kegiatan dengan tema 'Bahagia Bersama Anabul Bebas Rabies' ini digelar untuk memperingati Hari Rabies Internasional. Sekaligus bagian dari rangkaian Pekan Vaksinasi Rabies guna mempertahankan status DIY sebagai wilayah bebas rabies.

Sebanyak 340 pemilik hewan terdaftar mengikuti vaksinasi secara daring. Dari jumlah tersebut didominasi kucing, sebanyak 300 kucing dan sisanya anjing.

Kepala DP3 Kabupaten Sleman, Liem Astuti mengatakan, status DIY sebagai wilayah bebas rabies harus terus dipertahankan melalui upaya pencegahan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Sri Sultan HB X Serahkan 46 SHM Huntap Korban Erupsi Merapi di Sleman

"Oleh karena itu, DP3 Kabupaten Sleman melalui UPTD Pelayanan Kesehatan Hewan menyelenggarakan vaksinasi rabies gratis ini. Tak hanya vaksinasi, acara ini juga diisi dengan ruang edukasi dan rekreasi," katanya.

Masyarakat juga dihimbau untuk memahami tata cara penanganan pertama apabila terjadi kasus gigitan atau cakaran hewan penular rabies.

Mengingat rabies menular melalui air liur hewan terinfeksi dan berdampak langsung pada kesehatan manusia, penanganannya membutuhkan sinergi lintas sektor melalui pendekatan One Health—konsep yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan dan lingkungan.

Sinergi ini melibatkan pemerintah, tenaga medis dan dokter hewan, akademisi, komunitas, dunia usaha, hingga pemilik hewan.

Baca Juga: 3.446 PPPK Paruh Waktu Sleman Dapat Perpanjangan Kerja, Ini Pesan Bupati

“Selain pemberian vaksin secara berkala, para pemilik hewan diimbau untuk rutin memeriksakan kesehatan hewannya, menjaga kebersihan kandang dan lingkungan, serta mengendalikan populasi reproduksi secara bertanggung jawab,” ungkapnya.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan, kegiatan ini memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar vaksinasi rutin. Kegiatan ini memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar vaksinasi hewan peliharaan.

"Di dalamnya terdapat pesan penting mengenai kesehatan, keselamatan masyarakat, kesejahteraan hewan, kepedulian lingkungan, serta tanggung jawab kita sebagai manusia terhadap makhluk hidup di sekitar kita," ujar Danang.

Ia menekankan pentingnya perubahan cara pandang masyarakat dalam memelihara hewan. Memelihara anjing maupun kucing bukan sekadar hobi. Melainkan bentuk tanggung jawab moral dan sosial agar keberadaan hewan peliharaan tidak membahayakan lingkungan sekitar.

Baca Juga: Vaksinasi Rabies Gratis Diserbu Warga Kota Jogja

Dalam kesempatan tersebut, Danang turut mengingatkan bahwa status bebas rabies tidak boleh membuat masyarakat lengah. Tingginya mobilitas hewan dari luar daerah tetap memiliki potensi risiko penularan.

"Daerah bebas rabies bukan berarti daerah yang bebas dari kewaspadaan terhadap rabies," tegasnya.

Pemkab Sleman terus berkomitmen membangun kekebalan kelompok (herd immunity) pada populasi hewan rentan, memperkuat surveilans, serta memastikan pemberian vaksin secara berkala.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.