Jogja

Masuk Era Bonus Demografi, Sleman Siapkan 5 Strategi Cetak Pemuda Berkualitas

Atiek Widyastuti | 6 Oktober 2026, 15:04 WIB
Masuk Era Bonus Demografi, Sleman Siapkan 5 Strategi Cetak Pemuda Berkualitas
Suasana jumpa pers di Kabupaten Sleman. - Akurat.co/Atiek Widyastuti

Akurat.co, Jogja - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman mencatat, jumlah penduduk di Kabupaten Sleman yang masuk kategori pemuda atau 18-30 tahun mencapai 250.322 jiwa.

Angka tersebut setara dengan 30 persen dari total jumlah penduduk di Kabupaten Sleman. Dan membuat Sleman saat ini sedang dilanda bonus demokrasi. Dimana jumlah penduduk mudanya cukup besar.

Besarnya jumlah pemuda ini, menjadikan tantangan tersendiri. Bagaimana pemerintah berupaya untuk mewujudkan generasi muda yang berkualitas, sehat jiwa dan raganya.

"Ada lima hal yang menjadi perhatian kami. Bagaimana membuat generasi muda di Sleman ini menjadi pemuda yang sehat, cerdas, berkarakter dan berdaya saing. Harapannya mereka bisa ikut membangun Sleman menjadi lebih baik," kata Kepala Dispora Sleman Heru Saptono dalam jumpa pers di Ruang Rapat Unit 1 Kesbangpol, Selasa (06/10/2026).

Baca Juga: Koling dan Darling Merapi, Cara Baru Sleman Pasarkan Kopi Lokal

Heru mengungkapkan, generasi muda adalah aset terbesar bangsa yang akan menentukan arah di masa depan. Karena mereka memiliki inovasi dan ide-ide segar untuk kemajuan bangsa.

Mereka juga dinilai sebagai penggerak perubahan sosial dan pembangunan berkelanjutan, lantaran memiliki keseimbangan antara kecerdasan, kesehatan, karakter dan keterampilan untuk berkontribusi bagi keluarga, masyarakat dan bangsa.

Heru menjelaskan, untuk menciptakan generasi muda berkualitas tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Butuh kerjasama lintas sektoral. Seperti pemerintah, masyarakat dan media.

Pemerintah, dengan menyediakan kebijakan, fasilitas dan program yang mendukung. Masyarakat, menciptakan lingkungan yang positif dan inklusif. "Media dengan menyebarkan informasi positif, edukatif dan membangun kesadaran publik," jelasnya.

Baca Juga: DIY Bebas Rabies, Kenapa Sleman Malah Gelar Vaksinasi Gratis Gede-gedean?

Heru mengungkapkan, dengan generasi muda yang berkualitas maka pemerintah akan mendapatkan peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.

Masyarakat yang lebih sehat, aman dan harmonis. Inovasi dan daya saing bangsa yang semakin kuat serta terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.