Antisipasi Banjir Sleman, Pemkab Petakan 3 Wilayah Fokus Mitigasi

Akurat.co, Jogja - Memastikan drainase, irigasi dan aliran sungai bersih dari sampah jadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman jelang musim hujan.
Pembersihan itu dilakukan sebagai langkah antisipasi resiko genangan air dan banjir guna menghadapi musim hujan.
Ada tiga wilayah di Sleman yang jadi fokus sebagai langkah mitigasi. Sleman bagian utara, Kapanewon Depok serta area di sepanjang bantaran sungai-sungai besar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman Sukarmin menjelaskan, pemeliharaan rutin dilakukan secara intensif dengan mengerahkan masing-masing tiga tim drainase dan tim irigasi yang terbagi di wilayah barat, tengah dan timur.
Baca Juga: Daftar 5 Lurah PAW Kabupaten Sleman yang Resmi Dilantik Hari Ini
"Setiap hari tim bekerja sesuai target untuk membersihkan sedimen dan tumpukan sampah. Koordinasi lapangan juga diperkuat melalui UPT di setiap wilayah," kata Sukarmin, Jumat (09/10/2026).
Sukarmin menambahkan, pemantauan ketat diprioritaskan pada wilayah padat penduduk seperti Depok, Melati dan Ngaglik.
Berdasarkan pengamatan petugas, fenomena luapan air yang terjadi di Sleman mayoritas berupa genangan singkat yang surut dalam kurun waktu kurang dari 30 menit.
Merujuk pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY, awal musim penghujan di wilayah Sleman utara diprediksi mulai pada Dasarian III November. Disusul Sleman tengah ke selatan pada Dasarian I Desember 2026.
Baca Juga: Sleman Terapkan Aturan Jam Malam Anak, Ini Poin yang Wajib Dipatuhi
Sebelumnya Bupati Sleman Harda Kiswaya juga telah menginstruksikan pada DPUPKP untuk memastikan kelancaran seluruh saluran air.
"Fasilitas drainase dan sungai harus dibersihkan supaya aliran air lancar, sehingga banjir bisa dicegah atau paling tidak dikurangi dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat," kata Harda.
Harda juga telah meminta keterlibatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta masyarakat untuk aktif menginformasikan titik-titik saluran yang tersumbat.
Selain pembenahan infrastruktur, pengelolaan sampah di tingkat hulu menjadi perhatian utama. Pemkab Sleman terus mengoptimalkan fasilitas pengolahan sampah di Minggir, Turi dan Kalasan, sembari mengedukasi warga agar tidak membuang sampah di saluran air.
"Kami mengingatkan, kita semua harus hati-hati menghadapi musim hujan yang akan datang, sehingga infrastruktur berkaitan aliran air hujan kami persiapkan dengan baik mengantisipasi adanya air banjir atau menggenang," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tiket Offline PSIM vs Persija Dijual Hanya untuk Kelompok Suporter, Kapan Suporter Umum?
- 2Daftar 5 Lurah PAW Kabupaten Sleman yang Resmi Dilantik Hari Ini
- 3Sleman Darurat 'Obat Resep', Konsumsi Alprazolam Tembus 6,2 Juta Tablet, Apotek Mulai Meresahkan Warga
- 4Gandeng Mitra Asia hingga Eropa, FSMR ISI Yogyakarta Gelar Pameran Seni JMMK #18
- 5Genap Berusia 270 Tahun, Ini Catatan Merah yang Bikin Pemkot Jogja Harus Kerja Keras
- 6LSP UGM Tambah 28 Skema Sertifikasi Baru, Siapkan Lulusan Kerja
- 7Tiket Online PSIM vs Persija Dijual Hari Ini, Simak Baik-baik Jam Penjualannya
- 8Gelaran Wayang Jogja Night Carnival Targetkan 60 Ribu Pengunjung
- 9Antisipasi Banjir Sleman, Pemkab Petakan 3 Wilayah Fokus Mitigasi
- 10Drawing Piala Liga Untungkan PSIM, Lawan Relatif Mudah








