SHFC 2026 Digelar di JCM, Sleman Angkat Halal Fashion dan Kriya Lokal

Akurat.co, Jogja - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sleman menggelar pameran Sleman Halal Fashion & Craft (SHFC) 2026 di Atrium Utama Jogja City Mall (JCM).
Pameran hasil kolaborasikan dengan perhelatan Jogja Fashion Rendezvous (JFR) 2026 mengusung tema "Cahaya Nusantara" ini digelar Jumat (09/10/2026) hingga Minggu (11/10/2026).
Saat pembukaan, Wakil Bupati Sleman bersama jajaran pimpinan Dekranasda Kabupaten Sleman dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman tampil memukau di panggung catwalk dengan mengenakan batik khas Sleman.
Penampilan tersebut menjadi bentuk apresiasi dan dukungan nyata secara langsung terhadap karya-karya desainer serta pengrajin IKM lokal.
Baca Juga: Antisipasi Banjir Sleman, Pemkab Petakan 3 Wilayah Fokus Mitigasi
Inisiatif strategis ini menegaskan komitmen kuat Kabupaten Sleman dalam memperkuat ekosistem industri kreatif sekaligus memosisikan para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) lokal agar mampu bersaing secara kompetitif di tingkat nasional hingga internasional.
Rangkaian acara yang menjadi bagian terpadu dari Sleman Creative Weeks 2026 serta peringatan Hari Batik Nasional dan Hari Batik Sedunia ini dirancang bukan sekadar ajang pameran visual semata. Melainkan sebagai strategi menyeluruh untuk meningkatkan kapasitas serta daya saing para pelaku usaha.
Menurut Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Sleman sekaligus Kepala Disperindag Sleman, Dwi Wulandari, seluruh rangkaian kegiatan ini dihadirkan sebagai ruang produktif bagi para pengrajin dan pelaku usaha lokal.
"Seluruh rangkaian tersebut dirancang bukan semata-mata sebagai kegiatan promosi. Tetapi sebagai ruang untuk mempertemukan pelestarian budaya, kreativitas, peningkatan kapasitas IKM, perluasan jejaring, dan pengembangan pasar," katanya saat pembukaan.
Baca Juga: Daftar 5 Lurah PAW Kabupaten Sleman yang Resmi Dilantik Hari Ini
Dwi menambahkan harapan besar agar kegiatan ini memberikan tindak lanjut nyata berupa penguatan branding, inovasi, dan kesiapan IKM untuk terus berkembang secara berkelanjutan.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, menekankan pentingnya industri fashion dan kriya dalam memberikan dampak ganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah melalui perpaduan tradisi dan modernitas.
"Fashion bukan sekadar tentang pakaian dan penampilan. Di dalamnya terdapat gagasan, kreativitas, keterampilan, serta identitas budaya yang dapat dikemas menjadi karya bernilai," ungkapnya.
Ia menjelaskan, di balik sebuah karya terdapat proses panjang yang melibatkan desainer, pengrajin, penjahit, hingga tenaga pemasaran yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.
Pameran SHFC 2026 sendiri berlangsung hingga 11 Oktober 2026.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap produk fashion, batik, dan kriya lokal semakin dikenal luas, mampu menjangkau pasar yang lebih besar, serta memperkuat kontribusi IKM terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengembangan industri kreatif daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Tiket Offline PSIM vs Persija Dijual Hanya untuk Kelompok Suporter, Kapan Suporter Umum?
- 2Daftar 5 Lurah PAW Kabupaten Sleman yang Resmi Dilantik Hari Ini
- 3Sleman Darurat 'Obat Resep', Konsumsi Alprazolam Tembus 6,2 Juta Tablet, Apotek Mulai Meresahkan Warga
- 4Tiket Online PSIM vs Persija Dijual Hari Ini, Simak Baik-baik Jam Penjualannya
- 5Gandeng Mitra Asia hingga Eropa, FSMR ISI Yogyakarta Gelar Pameran Seni JMMK #18
- 6Genap Berusia 270 Tahun, Ini Catatan Merah yang Bikin Pemkot Jogja Harus Kerja Keras
- 7LSP UGM Tambah 28 Skema Sertifikasi Baru, Siapkan Lulusan Kerja
- 8Gelaran Wayang Jogja Night Carnival Targetkan 60 Ribu Pengunjung
- 9SHFC 2026 Digelar di JCM, Sleman Angkat Halal Fashion dan Kriya Lokal
- 10Antisipasi Banjir Sleman, Pemkab Petakan 3 Wilayah Fokus Mitigasi








