Jogja

UTDI Gandeng UPSI Malaysia untuk Memperkuat Kolaborasi Internasional

Yudi Permana | 16 November 2025, 14:33 WIB
UTDI Gandeng UPSI Malaysia untuk Memperkuat Kolaborasi Internasional

Akurat.co, Jogja - Universitas Teknologi Digital Indonesia (UTDI) bersama Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia, berkolaborasi menggelar akademik internasional.

Bertajuk The 3rd META-RISE Global Innovation Competition 2025, The 7th International Conference on ICT in Education (ICTE’25) dan AI Roundtable, kegiatan berlangsung di Sahid Raya Hotel and Convention, Selasa (11/11/2025) - Rabu (12/11/2025).

Dengan tema “AI and Emerging Technologies in Education: Exploring the Impact of Artificial Intelligence, Machine Learning, and XR (VR/AR/MR) on Personalised and Immersive Learning Experiences)”, kegiatan ini menegaskan komitmen kedua universitas dalam memajukan riset dan inovasi pendidikan digital yang berpusat pada manusia.

Sebanyak 65 peserta ambil bagian dalam The 3rd META-RISE Global Innovation Competition 2025. Terdiri dari 45 peserta Malaysia, 19 peserta Indonesia dan 1 peserta dari Jepang. Selain itu juga ada 35 tim berpartisipasi secara daring dan 30 tim secara luring.

Baca Juga: MK Resmikan Ruang Sidang di UMY, Masyarakat Bisa Urus Perkara Konstitus tanpa Harus ke Jakarta

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menganugerahkan “22 Special Awards” kepada para mitra strategis atas kontribusi dan dukungan mereka.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia, yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam pengembangan teknologi pendidikan.

Rektor UTDI Sri Redjeki menyampaikan kolaborasi ini merupakan langkah nyata menuju kemitraan jangka panjang antara Indonesia dan Malaysia dalam bidang riset, inovasi dan pendidikan digital.

“Melalui kemitraan ini, kita memastikan penelitian dan pendidikan digital tetap relevan, kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Assoc. Prof Dr Maizatul Hayati binti Mohamad Yatim, Dekan Faculty of Computing and Meta-Technology UPSI menegaskan pentingnya sinergi antara akademisi dan industri untuk mendorong transformasi digital berkelanjutan.

Assoc Prof Dr Suzani binti Mohamad Samuri (Wakil/Timbalan Dekan Penyelidikan dan Inovasi, Faculty of META) menyatakan, METARISE bukan saja menjadi platform untuk bertanding tetapi menjadi satu wadah untuk kerjasama yang lebih erat antara UTDI, Indonesia dan UPSI, Malaysia dalam memartabatkan pendidikan yang berlandaskan inovasi dan kreativitas pelajar untuk kebaikan sejagat.

Baca Juga: Belajar Longsor Cilacap, Guru Besar UGM Sebut Retakan 'Tapal Kuda' Bisa Jadi Pertanda

Sebanyak 45 paper (Presentasi Online: 30 dan Presentasi Face to Face:15) telah dipresentasikan pada Seminar ICTE'25 ini. Forum AI Roundtable juga menambah esensi dari pertemuan para akademisi di kancah diskusi global.

Pertemuan para panelis dari berbagai sektor (pemerintah,industri, peneliti dan akademisi) turut menyemarakkan acara ICTE 2025.

Ia mengatakan, meskipun kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) telah mengubah cara kita hidup dan belajar, pendidikan harus tetap berakar pada kasih sayang, nurani dan keterhubungan antar manusia.

“Teknologi dapat menggantikan proses. Tetapi tidak dapat menggantikan jiwa. Untuk itu bagi pendidik didorong untuk membayangkan kembali pembelajaran, bukan dengan menolak AI, melainkan dengan menggabungkan kekuatannya dengan kebijaksanaan manusia," ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.