Jogja

Pelatih Borneo Khawatirkan 6 Pemainnya Jelang Laga Melawan PSIM, Ada Apa?

Yudi Permana | 12 September 2025, 12:30 WIB
Pelatih Borneo Khawatirkan 6 Pemainnya Jelang Laga Melawan PSIM, Ada Apa?

Akurat.co, Jogja-Persiapan kurang ideal dijalani Borneo FC untuk laga melawan PSIM Yogyakarta, Minggu (14/9/2025) mendatang.

Pelatih Borneo, Fabio Lefundes kehilangan enam pemainnya karena dipanggil timnas.

Hal tersebut menjadi tantangan dalam program latihan. Fabio pun mengkhawatirkan kondisi pemainnya dan ingin mereka bergabung dalam kondisi fit.

Baca Juga: PSIM Sikat Klub Amatir 10-0 dalam Laga Uji Coba Jeda FIFA Matchday

"Ada 5 pemain dipanggil timnas dan 1 pemain mengikuti kejuaraan sepak bola Piala Panglima TNI," ungkap Fabio Lefundes.

Enam pemain tersebut adalah,  Muhammad Alfharezzi Buffon (Indonesia U23), Daffa Fasya (Indonesia U23).

Nadeo Argawinata (timnas Indonesia), Christophe Nduwarugira (Burundi), dan Muhammad Al Husaini (Lebanon).

Sementara itu Syahrul Trisna dipanggil kesatuan untuk mengikuti Piala Panglima TNI.

Fabio Lefundes berharap para pemain yang dipanggil dapat bergabung dengan tim dalam kondisi fit.

"Jadi harapanya saya pemain yang di timnas berkompetisi langsung datang bisa gabung dengan tim dan dengan kondisi fit," terangnya dikutip dari laman resmi Borneo.

Borneo FC ingin menghadapi PSIM dengan skuad yang lengkap dan dalam kondisi terbaik untuk mencapai hasil positif.

Selain masalah pemain, Borneo juga sempat berhadapan dengan situasi tak ideal.

Hal tersebut dialami setelah pembatalan pertandingan melawan Persib Bandung yang seharusnya berlangsung pada 31 Agustus 2025.

Baca Juga: Rayakan Ultah ke-96 PSIM, Manajemen Ingatkan Warisan Sejarah sebagai 7 Klub Pendiri PSSI

Fabio mengakui bahwa pembatalan laga melawan Persib Bandung tidaklah ideal, karena tim telah melakukan persiapan maksimal.

Namun, Fabio Lefundes menegaskan bahwa tim harus segera mengalihkan fokus ke pertandingan selanjutnya melawan PSIM Yogyakarta.

"Sekarang kita harus ubah pikiran karena lawan berikutnya adalah PSIM. Saya ibaratkan seperti di sekolah, kita belajar untuk ujian, tapi ujiannya dibatalkan.

Jadi, kita harus belajar lagi untuk menghadapi ujian berikutnya," jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.