Jogja

10 Provinsi Termiskin di Indonesia 2025, DIY Termasuk?

M. Mubin Wibawa | 2 Agustus 2025, 08:05 WIB
10 Provinsi Termiskin di Indonesia 2025, DIY Termasuk?

Akurat.co,Jogja-Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan data terbaru provinsi termiskin di Indonesia.

Dari daftar tersebut provinsi di Pulau Jawa menyumbang paling banyak penduduk miskin.

Kalau ditotal, penduduk miskin dari tiga provinsi di Pulau Jawa saja, jumlahnya mencapai 12,56 juta jiwa.

Baca Juga: Berikut Prakiraan Cuaca Di Sejumlah Objek Wisata Yogyakarta, Sabtu 2 Agustus 2025

Daftar 10 provinsi termiskin di Indonesia

Berikut adalah daftar provinsi termiskin di Indonesia 2025

Jumlah penduduk miskin berdasarkan provinsi:

1.Jawa Timur: 3.875.880 orang
2.Jawa Barat: 3.654.740 orang
3.Jawa Tengah: 3.366.690 orang
4.Sumatera Utara: 1.140.250 orang
5.Nusa Tenggara Timur (NTT): 1.088.780 orang
6.Sumatera Selatan: 919.600 orang
7.Lampung: 887.020 orang
8.Banten: 772.780 orang
9.Aceh: 704.690 orang
10.Sulawesi Selatan: 698.130 orang.

Persentase penduduk miskin berdasarkan provinsi:

1.Papua Pegunungan: 30,03 persen
2.Papua Tengah: 28,9 persen
3.Papua Barat: 20,66 persen
4.Papua Selatan: 19,71 persen
5.Papua: 19,16 persen
6.Nusa Tenggara Timur: 18,6 persen
7.Papua Barat Daya: 17,95 persen
8.Maluku: 15,38 persen
9.Gorontalo: 13,24 persen
10.Aceh: 12,33 persen.

DIY tidak termasuk di 10 besar

Dari data, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak termasuk dalam 10 besar provinsi termiskin di Indonesia.

DIY berada di urutan ke-14 provinsi dengan jumlah penduduk termiskin terbanyak berdasarkan data September 2024-Maret 2025.

Total jumlah penduduk miskin DIY pada Maret 2025 mencapai 425.82 jiwa.

BPS mencatat secara keseluruhan, persentase penduduk miskin pada Maret 2025 mencapai 8,47 persen.

Jumlah ini turun 0,10 persen poin terhadap September 2024 dan turun 0,56 persen poin terhadap Maret 2024.

BPS menjelaskan bahwa persentase penduduk miskin terbesar berada di wilayah Pulau Maluku dan Papua sebesar 18,90 persen.

Baca Juga: Dijamin Gratis! Berikut Agenda Akhir Pekan Di Yogyakarta

Sementara itu, persentase penduduk miskin terendah berada di Pulau Kalimantan sebesar 5,15 persen.

Sebagian besar penduduk miskin masih berada di Pulau Jawa (12,56 juta orang) dari segi jumlah, sedangkan jumlah penduduk miskin terendah berada di Pulau Kalimantan (0,89 juta orang).

BPS menjelaskan, tingkat kemiskinan pada Maret 2025 dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni:

1.Ekonomi Indonesia Triwulan I-2025 masih tumbuh 4,87 persen (y-on-y)

2.Pengeluaran konsumsi rumah tangga pada Triwulan 1-2025 mencapai Rp1.741,0 triliun, meningkat 2,21 persen dibanding Triwulan III-2024 dan 4,89 persen dibanding Triwulan I-2024

3.Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2025 sebesar 123,45 yang menunjukkan indeks harga yang diterima oleh petani lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar oleh petani

4.Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2025 turun dibandingkan Agustus 2024. Penurunan lebih cepat pada wilayah perdesaan

Baca Juga: Pemda DIY Sebut Titik Ini Sebagai Medan Terberat Dari Pembangunan Jalan Tembus Prambanan-Gunungkidul

5.Jumlah setengah pengangguran di Perkotaan pada Februari 2025 meningkat 0,46 juta jiwa dibandingkan Agustus 2024

6.Proporsi pekerja informal pada Februari 2025 sebesar 59,40 persen

7.Perkembangan harga berbagai komoditas pada Februari 2025 dibandingkan Maret 2024 menunjukkan pola yang bervariasi. Beberapa komoditas pangan mengalami kenaikan harga, antara lain minyak goreng, cabai rawit, dan bawang putih. Sementara itu, komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain beras, daging ayam ras, dan bawang merah

8.Diskon tarif listrik sebesar 50 persen yang masih berlaku pada Februari 2025 turut memberikan andil terhadap terjadinya deflasi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.