Nelayan di Jogja Butuh Lebih Banyak Lagi Armada Kapal Besar, Ini Respons Sri Sultan HB X

Akurat.co,Jogja-Nelayan di wilayah Yogyakarta masih mengalami sejumlah persoalan.
Selain permasalahan kesejahteraan, yang menjadi pekerjaan rumah besar, nelayan juga masih mengalami keterbatasan armada kapal besar.
Hal tersebut membuat hasil tangkapan ikan sebagian besar akhirnta langsung dibawa keluar daerah. Wilayah perkotaan Jogja jadi kesulitan pasokan ikan segar.
Persoalan akses BBM bersubsidi juga masih menjadi kendala lainnya.
Baca Juga: Jadwal KRL Solo-Jogja Hari Ini, Senin 15 September 2025
Menanggapi sejumlah masalah yang dihadapi nelayan Yogyakarta, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan, siap membantu. Terutama untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Sultan mengatakan, pemerintah provinsi siap memberikan fasilitasi, baik dalam bentuk penguatan kelembagaan koperasi maupun pemasaran produk olahan perikanan.
Namun, ia menekankan perlunya komitmen bersama agar program yang dijalankan benar-benar berdampak bagi kesejahteraan nelayan.
“Intinya, kami ingin kapasitas nelayan meningkat. Pemerintah provinsi siap memfasilitasi, baik dalam bentuk dukungan kelembagaan koperasi maupun pemasaran produk.
Tapi semua harus ada tindak lanjut nyata, tidak hanya wacana,” ujar Sultan saat menghadiri dialog Hari Bahari di Pantai Depok, Bantul, Sabtu (13/9).
Sultan juga menyinggung persoalan kapal bantuan yang selama ini dikirim langsung pemerintah pusat kepada kelompok nelayan. Karena statusnya menjadi aset kelompok, kapal tersebut tidak bisa diperbaiki menggunakan anggaran pemerintah daerah.
Akibatnya, ketika rusak kapal justru tidak terpakai, bahkan beralih tangan ke pihak lain.
“Akhirnya kapal tidak dipakai, bahkan jatuh ke pihak lain. Hal seperti ini membuat nelayan kita tetap kesulitan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Sultan mendorong nelayan lebih aktif menyampaikan aspirasi melalui surat resmi, baik menyangkut permintaan jaring, rompon, maupun bahan bakar subsidi.
Dengan adanya dasar tertulis, pemerintah provinsi bisa menindaklanjuti bersama DPRD dan instansi terkait.
Selain itu, Sultan juga mengajak masyarakat pesisir untuk mengembangkan hilirisasi produk perikanan.
Produk olahan ikan dapat dipasarkan lebih luas melalui platform digital Sibakul yang dikelola Pemda DIY dan terhubung dengan marketplace nasional.
“Setiap hari transaksi di Sibakul melibatkan 4.500 sampai 5.000 UMKM. Jadi kalau ada olahan ikan, bisa masuk ke situ,” jelas Sultan dilansir dari laman resmi Pemprov Jogja, Senin (15/9/2025)
Baca Juga: Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo Senin-Minggu, 15-21 September 2025
Lebih jauh, Sultan mengingatkan agar usaha perikanan di pesisir dilakukan dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Ia mencontohkan model pertanian surjan yang memadukan lahan sawah dan kolam, sehingga bisa menambah pendapatan petani sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.
Pola ini, menurutnya, lebih ramah lingkungan dibandingkan tambak udang yang berisiko mencemari kawasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









