Jatuh Bangun Koperasi Wanita Puan Ariya Gunungkidul, Kini Sukses Kembangkan 20 Produk Pangan Lokal

Akurat.co,Jogja-Bermula dari pemberdayaan ibu-ibu di perdesaan, Koperasi Puan Ariya mulai berdiri sejak 2011.
Jatuh bangun usaha dilakukan. Banyak rintangan dialami.
Pada awal pengembangan, koperasi menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan pemasaran hingga kendala teknis pada mesin produksi.
Namun, melalui ketekunan anggota serta dukungan dari pemerintah, usaha tersebut perlahan berkembang dengan menghadirkan inovasi produk berbasis pangan sehat.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Joga Dorong Produk UMKM Serius Manfaatkan Teknologi dan AI
Kini Koperasi Wanita Puan Ariya memproduksi sekitar 20 jenis produk olahan pangan berbasis komoditas lokal.
Beberapa produk unggulan yang telah dikenal masyarakat di antaranya mie cup, serta beras analog.
Ketua Koperasi Puan Ariya, Suti Rahayu, mengatakan, produk mereka pun tidak hanya dipasarkan di wilayah lokal, tetapi juga telah menjangkau pasar luar daerah seperti Jakarta dan Yogyakarta.
Sistem pemasaran dilakukan melalui kemitraan serta promosi dari mulut ke mulut.
“Harapan kami, usaha ini dapat terus berlanjut dan menjadi warisan ekonomi bagi generasi penerus, sehingga mampu menjaga kemandirian ekonomi masyarakat sekitar,” ujar Suti.
Saat berkunjung ke koperasi, Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Koperasi Puan Ariya dalam mengembangkan produk olahan berbasis komoditas lokal.
Dalam kunjungannya, Rabu (11/2/2026), ia juga meninjau langsung unit pengolahan tepung mokaf yang dikelola oleh Suti Rahayu.
Joko menilai, meskipun usaha tersebut telah berjalan selama lebih dari satu dekade dengan kualitas produk yang baik, masih terdapat tantangan dalam aspek pemasaran dan promosi.
Baca Juga: Platfrom SiBakul Pemda DIY jadi Inspirasi Pengembangan UMKM Pariwisata Nasional
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berkomitmen untuk membantu memperluas jaringan pemasaran produk UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas
“Ke depan, kami mendorong agar produk-produk lokal ini tidak hanya memenuhi pasar domestik, tetapi juga dapat menembus pasar internasional seperti Singapura dan Korea,” ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam








