Masuki Tahun ke-19 Pelaksanaan, Ngayogjazz 2025 jadi Panggung Regenerasi Musisi

Akurat.co,Jogja-Regenerasi musisi menjadi fokus penyelenggaraan Ngayogyajazz 2025, yang sudah memasuki tahun ke-19 pelaksanaan.
Board of Creative Ngayogjazz, Aji Wartono, menyatakan regenerasi musisi jazz menjadi fokus penyelenggaraan tahun ini.
Keterlibatan musisi muda bersama musisi senior, serta kolaborasi dengan musisi dari Belanda dan Prancis melalui program kerja sama ISI Yogyakarta dan Jazz Camp, menghadirkan ruang belajar yang luas bagi talenta muda.
Baca Juga: Gigi Mainkan Lagu Terbaru Untuk Pertama Kalinya Di Panggung Prambanan Jazz Festival 2025
“Musisi senior tetap menjadi pijakan. Namun panggung ini kami buka selebar mungkin bagi generasi baru agar mereka tumbuh dengan pengalaman langsung,” jelasnya di Imogiri, Bantul, Sabtu (15/11/2025).
Setidaknya 37 grup musik tampil di empat panggung tersebut. Musisi nasional seperti Andri Dinuth, personel The Bakuucakar, serta Olski turut memeriahkan festival.
Kerja sama dengan ISI Yogyakarta dan Jazz Camp juga menghadirkan musisi dari Belanda dan Prancis yang terlibat dalam sejumlah sesi kolaborasi.
Memasuki tahun ke-19 pelaksanaan, festival ini kembali menegaskan jati dirinya sebagai panggung besar bagi komunitas jazz se-Nusantara.
Dengan mengusung tema “Jazz Diundang Mbokmu”, Ngayogjazz 2025 menghadirkan suasana akrab, inklusif, dan membumi.
Panggung-panggung yang tersebar di lingkungan warga serta Pasar Jazz yang menampilkan produk kreatif masyarakat menjadi simbol kedekatan antara seni pertunjukan dan kehidupan sehari-hari.
Tahun ini, empat panggung disiapkan, yakni Panggung Simbok, Ibu, Biyung, dan Simak.
Sebelum pertunjukan dimulai, kirab budaya digelar dengan melibatkan berbagai kelompok seni seperti Bregada Rekta Giri Goratomo Minggiran, Sholawatan Mudo Palupi Kembang, hingga Pagoejoeban Onthel Djogjakarta.
Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata RI, Rizki Handayani Mustafa, yang hadir mewakili Menteri Pariwisata RI, menilai Ngayogjazz sebagai contoh kuat bagaimana budaya lokal dapat menjadi fondasi event berkelas nasional.
Menurutnya, keberhasilan festival tidak hanya diukur dari jumlah penonton, tetapi dari kemampuannya melibatkan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem budaya.
“Ngayogjazz adalah simbol kolaborasi antara seniman dan masyarakat. Kekuatan lokal DIY menjadi ruh yang membuat festival ini tidak tergantikan. Di sinilah Ngayogjazz menunjukkan jati dirinya sebagai gerakan budaya yang merayakan kesederhanaan, kreativitas, dan keberagaman,” ujarnya.
Rizki menyampaikan karakter unik Ngayogjazz selaras dengan program Kemenparekraf dalam mengembangkan event unggulan daerah berbasis intellectual property.
Dengan lima kali masuk daftar Karisma Event Nusantara (KEN) dan dua kali masuk kategori Top 10, Ngayogjazz dinilai berhasil membangun identitas yang kuat serta memberikan kontribusi nyata bagi sektor pariwisata.
Baca Juga: JKT48 Perdengarkan Lagu Baru di Prambanan Jazz 2025, Bikin Wota Histeris
Sementara itu, Panewu Kapanewon Imogiri, Slamet Sentosa, mengatakan penunjukan Imogiri sebagai tuan rumah membawa kebanggaan tersendiri.
Ngayogjazz menjadi sarana mempertegas identitas Imogiri sebagai Gerbang Budaya DIY. Keterlibatan kesenian lokal mencerminkan kekayaan budaya Imogiri. Mulai dari batik, keris, wayang, hingga pertunjukan kontemporer, semuanya tersaji dan menyatu dengan nuansa jazz.
Sebagai bentuk apresiasi, Ngayogjazz 2025 juga menerima Sertifikat Apresiasi dari Komunitas Jazz Indonesia (KJI).
Penghargaan ini diberikan atas kontribusi festival dalam membuka ruang seluas-luasnya bagi komunitas jazz di Tanah Air. Sejak awal, festival ini dikenal sebagai “rumah bersama” bagi para pegiat jazz.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









