Malioboro Culture Vibes Bikin Wisatawan Terkesan, Full Pedestrian dan Ada Kopi Gratis

Akurat.co,Jogja-Selama dua hari, 1-2 Desember, kawasan Malioboro bebas kendaraan bermotor alias full pedestrian.
Kegiatan Malioboro Culture Vibes yang diadakan membuat wisawatan luar kota terkesan.
Wisawatan jadi bisa menikmati jalanan Malioboro tanpa terganggu kendaraan, sekaligus melihat atraksi budaya.
Satu lagi yang membuat terkesan adalah suguhan kopi gratis.
Aroma kopi lokal yang khas menambah kehangatan suasana pagi di Malioboro. Tak sedikit wisatawan yang berhenti untuk menikmati secangkir kopi sambil menyaksikan berbagai pertunjukan seni yang digelar di sekitar mereka.
Baca Juga: 2.000 Pelaku Usaha di Malioboro Ikuti Pemeriksaan Tuberculosis
Salah satu wisatawan asal Bandung, Rina Prasetyo, mengaku terkesan dengan suasana Malioboro yang benar-benar bebas kendaraan.
Menurutnya, pengalaman kali ini terasa berbeda dari kunjungan sebelumnya.
“Biasanya Malioboro itu penuh kendaraan dan susah jalan. Tapi hari ini rasanya lebih nyaman, lebih tenang. Anak-anak juga bisa jalan tanpa khawatir. Saya suka sekali suasana full pedestrian seperti ini, semoga bisa lebih sering dilakukan,” ujarnya.
Wisatawan lainnya, Arif Nugroho dari Surabaya, juga menyampaikan hal senada. Ia mengatakan Malioboro Culture Vibes membuat kunjungan wisata terasa jauh lebih menarik.
“Acaranya lengkap dan hidup sekali. Tadi saya sempat ikut senam, lalu dapat kopi gratis. Fashion show di jalan juga keren, benar-benar menunjukkan kreativitas UMKM Jogja.
Ini pengalaman yang beda dan menyenangkan,” katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menjelaskan bahwa Malioboro Culture Vibes digelar bukan semata sebagai pertunjukan hiburan.
Melainkan juga pendekatan untuk mengembalikan Malioboro sebagai ruang publik yang inklusif, tempat masyarakat dapat berkumpul, beraktivitas, dan menikmati beragam ekspresi seni tanpa sekat.
Gelaran ini dibuka pada Senin (1/12/2025) kemarin dengan macapat kidung pandonga, sebuah lantunan doa dan tembang Jawa yang menghadirkan suasana sakral sekaligus menandai pembuka acara budaya ini.
Usai pembukaan, pengunjung langsung diajak mengikuti senam bersama di sepanjang jalur pedestrian, menjadikan seluruh area Malioboro penuh energi dan antusiasme masyarakat.
Terdapat juga fashion show on the street menjadi salah satu agenda yang paling ditunggu. Digelar langsung di jalan Malioboro, peragaan busana ini menampilkan karya-karya lokal dari pelaku usaha di Teras Malioboro dan Pasar Beringharjo.
Disini pengunjung dapat melihat langsung produk-produk busana, kain tradisional, serta kerajinan fashion lainnya yang dipasarkan oleh UMKM lokal.
Yetti menegaskan bahwa fashion show ini bukan sekadar hiburan, tetapi strategi untuk memperlihatkan kepada masyarakat dan wisatawan betapa beragam dan berkualitasnya produk-produk dari Malioboro.
Baca Juga: Zamannya Cashless, Naik Andong di Malioboro Kini Bisa Pakai QRIS
“Melalui fashion show on the street ini, kami ingin memperlihatkan kepada masyarakat dan wisatawan bagaimana produk-produk yang ada di Malioboro. Banyak karya lokal yang layak mendapat panggung dan pengakuan lebih luas,” ujarnya.
Selain itu, masih banyak agenda lain yang turut dihadirkan, mulai dari pertunjukan musik jalanan, masak besar dan pembagian seribu porsi sayur lodeh, dan masih banyak lagi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









