Jogja

Dosen UMY Kembangkan Jaket Khusus Pendaki, Ada Fitur Penghangat Tubuh dan Tempat Menyimpan Kebutuhan Medis

M. Mubin Wibawa | 30 Agustus 2025, 14:05 WIB
Dosen UMY Kembangkan Jaket Khusus Pendaki, Ada Fitur Penghangat Tubuh dan Tempat Menyimpan Kebutuhan Medis

Akurat.co,Jogja-Inovasi kembali dilakukan dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY, Dr.dr.Titiek Hidayati menciptakan pakaian pelindung diri (APD) multifungsi yang dapat digunakan baik oleh pendaki maupun relawan medis dalam kondisi darurat.

Dikutip dari laman resmi UMY, inovasi ini berangkat dari keprihatinan atas insiden para pendaki yang meninggal di jalur pendakian karena sulit mendapat pertolongan.

Salah satu kasus yang cukup menyita perhatian terjadi pada 2012, ketika Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Widjajono Partowidagdo, meninggal dunia saat mendaki Gunung Tambora, Nusa Tenggara.

Baca Juga: Ramai Soal Non-Muslim jadi Petugas Haji, Pakar Hukum Islam UMY Sebut Tak Masalah Asal..

“Dengan jumlah pendaki di Indonesia yang terus meningkat, saya rasa diperlukan alat sederhana yang bisa membantu menolong korban dengan cepat," ungkapnya.

Miliki banyak saku menyimpan obat-obatan dan fitur penghangat

Pakaian darurat yang dirancangnya memiliki banyak saku untuk menyimpan obat-obatan, suntikan, hingga alat bantu pernapasan sederhana.

Selain itu, pakaian ini juga dilengkapi fitur penghangat tubuh dan dapat dibuka penuh untuk difungsikan sebagai tandu darurat.

“Kalau membawa kotak P3K tentu tidak praktis. Dengan jaket ini, semuanya terintegrasi.

Misalnya ada pendaki sesak napas, obat suntik sudah tersedia. Saat suhu ekstrem, jaket bisa menghangatkan tubuh.

Bahkan ketika dibuka, pakaian ini bisa dipakai sebagai tandu untuk menggotong korban.

"Harapan saya, inovasi ini bisa mencegah kematian di gunung akibat keterlambatan pertolongan,” jelasnya.

Baca Juga: Mahasiswa KKN UMY Kembangkan Rocket Stove Atasi Sampah di Wakatobi

Uji coba awal bersama relawan pecinta alam UMY

Pakaian ini sudah diuji coba pecinta alam UMY untuk dikembangkan lebih jauh, misalnya dapat difungsikan sebagai tenda darurat bagi korban hipotermia.

Saran tersebut kini sedang dipertimbangkan dalam tahap pengembangan selanjutnya.

“Pakaian ini dibuat dari bahan kain tahan air dengan teknik jahitan khusus, sehingga kuat sekaligus ringan.

Inovasi ini juga sudah mengantongi sertifikat paten resmi.

"Saya berharap ada dukungan dari mitra industri agar bisa diproduksi secara massal dengan harga terjangkau sehingga menjangkau lebih banyak pengguna,” kata dr. Titiek.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.