Jogja

UMY Tegaskan Komitmen Demokrasi dan Tolak Kekerasan dalam Aksi Massa

Yudi Permana | 31 Agustus 2025, 14:31 WIB
UMY Tegaskan Komitmen Demokrasi dan Tolak Kekerasan dalam Aksi Massa

Akurat.co, Jogja - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersuara terhadap aksi unjuk rasa di sejumlah titik di Yogyakarta beberapa hari terakhir.

UMY mendorong pemerintah untuk menyelesaikan persoalan bangsa secara damai dengan mengedepankan dialog dan berkeadaban.

Menurut Rektor UMY Prof Achmad Nurmandi, demonstrasi yang berujung kekerasan harus menjadi perhatian serius semua pihak.

Konflik yang berujung pada jatuhnya korban jiwa bukan hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga menunjukkan bahwa bangsa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam menjaga demokrasi dan keadilan sosial.

Baca Juga: Dosen UMY Kembangkan Jaket Khusus Pendaki, Ada Fitur Penghangat Tubuh dan Tempat Menyimpan Kebutuhan Medis

“Atas nama civitas academica UMY, kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan dalam aksi massa di Jakarta pada Kamis (28/8) lalu. Semoga almarhum mendapat rahmat Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Kami juga mendoakan kesembuhan bagi mereka yang mengalami luka-luka, serta menyampaikan empati kepada rekan-rekan pengemudi ojek online yang menuntut keadilan atas peristiwa tersebut,” ujar Prof Achmad Nurmandi, Minggu (31/08/2025). 

Sebagai wujud keprihatinan sekaligus tanggung jawab moral, civitas academica UMY menyampaikan lima butir pernyataan sikap terkait situasi demokrasi nasional saat ini:

1. Mendorong ⁠seluruh elemen bangsa, termasuk civitas academica hendaknya mengedepankan sikap menahan diri, menghindari kekerasan, serta menjaga persatuan dan kesatuan.

Baca Juga: Pakar Hukum Tata Negara UMY Serukan Polisi Pelindas Ojol Diproses Pidana

2. Menuntut pemimpin bangsa, aparat penegak hukum, dan para pengambil kebijakan untuk lebih peka terhadap aspirasi masyarakat, mengutamakan sikap arif, serta menampilkan keteladanan dalam menyelesaikan persoalan. Kepemimpinan yang baik adalah yang mampu mendengar, menghargai dan melayani rakyat dengan tulus.

3. ⁠⁠Mendukung komitmen Presiden Republik Indonesia dalam menyelesaikan kasus hukum secara adil, termasuk kematian almarhum Affan. Aparat keamanan hendaknya profesional, proporsional, dan mengedepankan prinsip non-kekerasan dalam penegakan hukum maupun penanganan massa.

4. Memercayai bangsa Indonesia mampu melewati ujian ini dengan menjunjung tinggi nilai demokrasi, keadilan sosial, dan persaudaraan. 

5. Mengimbau kepada seluruh mahasiswa untuk tetap kritis dalam melihat situasi, namun tidak anarkis dalam menyampaikan aspirasi.

Baca Juga: Ramai Soal Non-Muslim jadi Petugas Haji, Pakar Hukum Islam UMY Sebut Tak Masalah Asal..

Generasi muda sebagai garda terdepan dalam menjaga idealisme bangsa, UMY menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga marwah demokrasi di tengah situasi bangsa yang penuh dinamika.

Mahasiswa dipandang tidak hanya sebagai agen perubahan, tetapi juga sebagai penopang utama dalam menegakkan nilai-nilai kebenaran, keadilan dan persatuan bangsa

Mahasiswa harus tampil sebagai teladan intelektual dengan menyuarakan kebenaran secara santun, argumentatif dan bertanggung jawab.

"Kami juga mengingatkan agar mahasiswa cermat dan waspada terhadap upaya adu domba yang dapat memecah belah bangsa dan merusak cita-cita demokrasi,” tegas Prof Nurmandi.

Baca Juga: Berkat Keong Mas, Mahasiswa UMY Raih Penghargaan Tokoh Penggerak Lingkungan Tingkat Nasional

Dengan semangat persatuan, UMY meyakini masyarakat dapat menyalurkan aspirasi tanpa harus mengorbankan perdamaian.

Mari bersama membangun Indonesia yang berkemajuan, adil, makmur dan bermartabat. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.