Pemkot Jogja Ajukan Sertifikasi 3 Buah Lokal, ada Alpukat Surokarsan

Akurat.co,Jogja-Dinas Pertanian dan Pangan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja tengah mendaftarkan sertifikat varietas tanaman buah lokal.
Rencananya ada 3 tanaman buah lokal yang akan diajukan sertifikasi tanda daftar varietas tanaman ke Kementerian Pertanian.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi saat dikonfirmasi Jumat (24/10/2025), mengatakan ketiga tanaman lokal tersebut adalah, alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo.
“Tujuan utama dari sertifikasi untuk memastikan bahwa benih bermutu, murni secara genetik, bebas dari hama penyakit dan memiliki daya tumbuh yang bagus.
Baca Juga: Simak Prakiraan Cuaca di DIY Tanggal 25, 26 dan 27 Oktober 2025
Jadi keluar sertifikat itu sudah memiliki keunggulan. Kalau ditanam itu seperti induknya,” terangnya.
Sukidi menegaskan salah satu manfaat dari sertifikasi adalah tanaman yang dihasilkan seperti induknya dan seragam.
Oleh karena itu tanaman induk yang disertifikasi harus memiliki keunggulan-keunggulan seperti genetik,bebas dari hama penyakit, berumur panjang tapi berbuah cepat.
Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta saat ini terus memproses berbagai persyaratan untuk sertifikasi 3 tanamanan buah lokal alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan Gendruwo.
Sekilas tentang ketiga buah yang disertifikasi
Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Eny Sulistyowati mengatakan untuk sertifikasi alpukat Surokarsan sudah melakukan tahapan identifikasi morfologi dari tanaman sampai bunga dan buahnya.
Saat ini dalam tahap uji laboratorium rasa untuk kadar gula dan kandungan lainnya dalam buah.
Sedangkan tanaman pisang Morosebo dan Gendruwo masih menunggu buahnya matang untuk diidentifikasi dan uji lab rasa. Pada 28 Oktober nanti rencananya BRIN datang untuk mengambil sampel tanaman yang akan disertifikasi. Setelah itu penyusunan dokumen,
Menurut Eny Alpukat Surokarsan dipilih karena umurnya lama. Ada yang sudah 50 tahun.
"Jenis buahnya unggul karena buahnya besar, dagingnya tebal, rasanya enak. Satu buah bisa sampai satu kilogram beratnya. Di Surokarsan populasinya ada lebih dari lima pohon," ujarnya.
Baca Juga: 7 Guru SMPN 2 Mlati Ikut Keracunan Usai Menyantap Menu MBG
Dia menyampaikan pisang Morosebo dan Gendruwo diajukan karena selama ini tersertifikasi. Selain itu kedua jenis pisang tersebut banyak di DIY, tapi belum diketahui usia paling tua di mana.
Dia menyebut menurut sejarah, pisang itu ditanam pertama di wilayah Kota Yogyakarta. Oleh sebab itu Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta mencoba mengusulkan pendaftaran sertifikat varietasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 4Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 5Tangan di Saku, Manajer PSIM Iksan Mahar Meminta Maaf
- 6Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 7Kapolda Baru DIY Bakal Terbitkan Aturan Unjuk Rasa
- 8Hadapi PSIM, PSM Makassar Lakukan Persiapan Khusus
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam





