Jogja

Walikota Yogyakarta : Stunting Bukan Sekedar Tinggi Badan Kurang

Yudi Permana | 27 Oktober 2025, 19:47 WIB
Walikota Yogyakarta : Stunting Bukan Sekedar Tinggi Badan Kurang

Akurat.co, Jogja - Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan, jika stunting itu bukan hanya sekedar tinggi badan yang kurang saja.


Anak yang mengalami stunting, maka kecerdasannya juga akan kurang.

Untuk itu, jika ingin Indonesia Hebat 2045, anak-anak itu harus sehat dan pintar.


"Nah, stunting itu mencerminkan bukan hanya pendek. Tapi juga kurang cerdas. Ini yang harus kita hapus. Stunting itu harus nol. Jangan sampai ada stunting di Indonesia ini," kata Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, Senin (27/10/2025).

Baca Juga: Festival Sehat Ceria si Kecil, Menuju Generasi Maju Bebas Stunting

Saat ini angka stunting di Kota Yogyakarta sudah mulai turun. Dari 23,1%, turun menjadi 18,7%.

Meski jika melihat dari survei-survei yang lain sudah di bawah itu. Tapi pemerintah masih menggunakan standar yang paling tinggi.

"Kita harus turunkan lagi, turunkan lagi. Kita harus bisa mencapai target 14%. Bahkan kalau bisa kita harus nol stunting di Indonesia ini. Di Kota Yogyakarta khususnya," tegasnya.


Oleh karena itu, program-program yang dikerjakan ini kan banyak. Ada yang spesifik dan sensitif. Kalau yang spesifik itu berhubungan dengan makanan, imunisasi dan gizi anak-anak.

Tapi, kalau yang sensitif itu juga berhubungan dengan lingkungan yang bersih. Seperti air bersih hingga jambanisasi. Karena itu juga sangat mempengaruhi.

Baca Juga: Simak Prakiraan Cuaca di DIY Tanggal 28, 29 dan 30 Oktober 2025, Waspada Hujan Lebat di Wilayah Ini

Salah satu upaya yang dilakukan Pemkot Yogyakarta dengan pemberian makanan tambahan buat anak-anak yang terindikasi stunting. Hal yang tidak kalah penting, harus dimulai sejak dari dalam kandungan.

Jadi, programnya adalah jangan sampai begitu lahir stunting. Sejak dari kehamilan sudah harus diperhatikan. Ibu hamil itu harus sehat.

Mendapatkan asupan gizi yang baik. Setelah lahir, dikasih ASI eksklusif selama 6 bulan dan kemudian  dilanjutkan dengan MPASI.

Hal yang tidak kalah penting adalah edukasi. Karena stunting itu bukan karena ekonomi. Stunting itu kadang karena salah makan.

Dimana pemahaman masyarakat yang masih sering terjadi tahunya yang bikin kenyang.

Baca Juga: Cegah Stunting, DPRD DIY Perjuangkan Rp 100 Juta Untuk Kelurahan di Kota Yogyakarta

Padahal, nasi itu cuma kalori saja. Anak-anak itu butuh protein, zinc, vitamin dan juga mineral.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.