Cegah Stunting, DPRD DIY Perjuangkan Rp 100 Juta Untuk Kelurahan di Kota Yogyakarta

Akurat.co, Jogja - DPRD DIY melalui Komisi A tengah memperjuangkan dana Rp 100 juta untuk setiap kelurahan di Kota Yogyakarta.
Dana tersebut secara spesifik ditujukan untuk percepatan penangan masalah stunting.
Itu juga sebagai implementasi dari Perda Nomor 3 Tahun 2024 tentang Pemajuan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan dan Kelurahan.
"Mulai tahun 2025, kita sudah perjuangkan Rp 4,5 milyar. Dimana setiap kelurahan mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 100 juta yang secara spesifik ditujukan untuk percepatan penanganan masalah stunting," kata Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto saat dialog dengan warga di Muja Muju Umbulharjo Yogyakarta beberapa waktu lalu.
Menurutnya, upaya percepatan penanganan masalah stunting dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di DIY terus diperkuat melalui sosialisasi regulasi peraturan daerah dan penguatan gotong royong di dan partisipasi masyarakat juga swasta.
Mengenai dana Rp 100 juta per kelurahan tersebut, diharapkan anggarannya tepat sasaran. Terutama bagi balita, ibu hamil dan calon pengantin yang memerlukan bantuan dan pendampingan akibat kurang berat badan dan berbagai aspek lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Eko juga mengapresiasi atas kinerja PKK, TPK, Posyandu dan Kader kesehatan yang tanpa kenal lelah memberikan edukasi dan membagikan PMT, makanan tambahan ini.
Eko Suwanto menyatakan alokasi dana Rp 100 juta di 45 kelurahan di Kota Yogyakarta yang telah disepakati. Fokus utamanya guna membantu anak-anak yang memiliki berat badan kurang serta ibu hamil yang kurang sehat.
Untuk jumlah balita dan ibu hamil yang menerima bantuan tahun ini sekitar 2.250 orang.
""Harapan saya dengan bantuan ini dapat membantu masyarakat sekaligus menggugah semangat untuk bergotong royong atasi masalah stunting ini", ujar Eko Suwanto.
Lurah Muja Muju, Dwi Wahyudi Hamzah menyampaikan sejumlah masukan yaitu berkaitan dengan PMT. Dimana telur omega paling banyak disukai.
"Sedangkan untuk lauk ayam, lele atau bahan kemasan frozen tidak semua menyukai," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dispar Bantul Gelar Pameran Layang-Layang 'Akasa Cangkring' di Pantai Cangkring
- 2Lewat Program Masdaku, Diskop UKM Sleman Dorong 111 Ribu UMKM Go Digital
- 3Satu Tahun Wajah Baru Pasar Godean: Ada Pembagian 4.000 Porsi Makanan Gratis!
- 4KPU dan Bawaslu Sleman Sinkronisasi Data Pemilih Triwulan III 2026
- 5UAJY Gelar International Cross Cultural Day 2026 di Yogyakarta, Pertemukan Budaya Berbagai Negara
- 6Pilihan Warna Baru New Honda Stylo 160: Tampil Lebih Retro dan Premium!
- 7Liga Seri A Askab PSSI Sleman 2026 Resmi Bergulir, Diikuti 8 Tim
- 8Kontingen Bantul Raih Juara Umum PORPRISA DIY 2026
- 9Kalah dalam 3 Laga Awal, Fans PSS Berharap Finis 10 Besar
- 10UGM Kembangkan Gula Semut Kulon Progo jadi Produk Ekspor








