Tinjau Jembatan Pandansimo, Menko AHY Berharap Ekonomi Makin Tumbuh di Wilayah Selatan

Akurat.co,Jogja-Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bersama Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Bupati Bantul, meninjau Jembatan Pandansimo pada Kamis (9/10/2025).
Saat meninjau jembatan tersebut, AHY menyampaikan harapannya semoga ekonomi semakin tumbuh dengan positif di wilayah tersebut.
“Ini bisa meningkatkan konektivitas antarwilayah, mobilitas masyarakat, manusia, barang, dan jasa juga harusnya semakin efisien.
Mengurangi biaya mobilitas, biaya angkut, biaya produksi, waktunya berkurang,” ujar AHY.
Selain mendukung konektivitas, jembatan ini juga diharapkan menjadi pintu masuk baru untuk pengembangan sektor pariwisata di Bantul.
Sri Sultan HB X menyampaikan rencana pengembangan wisata parasailing memanfaatkan kondisi angin di kawasan selatan Yogyakarta.
Potensi ini diharapkan dapat menarik wisatawan mancanegara, terutama saat musim angin di Bali tidak memungkinkan aktivitas tersebut.
Dengan demikian, jembatan ini bukan hanya menjadi fasilitas lalu lintas, tetapi juga bagian dari strategi besar pengembangan pariwisata selatan DIY.
“Kalau di Bali itu Januari sampai Juni. Sehingga harapannya, orang-orang asing itu karena arah angin berubah sehingga tidak bisa mereka melakukan aktivitas parasailing itu di Bali, pindah ke sini untuk melakukan dari Juni sampai akhir tahun,” tutur Ngarso Dalem.
Baca Juga: Plesiran di Pantai Pandansimo Bantul yang Punya Panorama Eksotis
Jembatan Pandansimo memiliki panjang total 2,3 kilometer dengan jembatan utama sepanjang 675 meter ini dibangun dengan anggaran kurang lebih Rp863 miliar.
Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam meningkatkan konektivitas wilayah dan mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih merata di kawasan selatan Yogyakarta.
Tiga proyek strategis nasional pembangunan kawasan selatan yakni Jembatan Pandansimo, Jembatan Kretek 2, dan Kelok 23 ditaksir memiliki nilai total sekitar Rp1,5 triliun.
Dalam konteks ini, Sri Sultan Hamengkubuwono X menekankan rancangan Yogyakarta Madep Ngidul, yakni mendorong pembangunan dari arah selatan, dengan Kabupaten Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo sebagai terasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Oase Malioboro Siap Sambut Wisatawan di Libur Akhir Tahun
- 2DIY Siapkan 203 Event Sepanjang 2027
- 3Daftar Lengkap Pemain PSIM untuk League Cup, 3 Asing dan 6 EPA
- 4Dosen UMY Ungkap Penyebab Boikot RANS Carnival Yogyakarta
- 5Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...
- 6Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 7Hujan Es Gegerkan Bantul, BMKG Jogja Ungkap Penyebabnya
- 8Fenomena Warga Miskin RI, Beli Rokok Lebih Utama ketimbang Makanan Bergizi
- 9Jadwal I League Cup Hari Ini: PSS Jamu PSGC Ciamis
- 10Pemkab Bantul Salurkan Bantuan 2.000 Ekor Ayam Petelur ke Warga









