Miliki 58 Kesenian, Kalurahan Argodadi Bantul Kembangkan Wisata VW hingga TeloFest

Akurat.co, Jogja - Kalurahan Argodadi Kapanewpn Sedayu Bantul memiliki 58 jenis kesenian dan tradisi yang tersebar di 14 padukuhan.
Jumlah tersebut menjadikan Kalurahan Argodadi mempunyai modal besar untuk mengembangkan kebudayaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ketua Lembaga Desa Budaya Kalurahan Argodadi, Wintala menjelaskan, berbagai kegiatan kebudayaan tetap berjalan melalui partisipasi dan swadaya masyarakat.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri di tengah keterbatasan dukungan pendanaan akibat kebijakan efisiensi anggaran.
Baca Juga: DPRD DIY Siap Bahas Anggaran DED Renovasi Stadion Mandala Krida
“Di Argodadi sendiri, tradisi, kesenian dan lainnya yang meliputi empat pilar desa budaya, walaupun tidak ada dana sama sekali, dengan swadaya masyarakat tetap kami jalankan,” katanya saat menerima kunjungan dari Komisi D DPRD DIY, Senin (02/11/2026).
Ia menyebutkan, Kalurahan Argodadi saat ini berstatus Desa Budaya Maju. Berbagai tradisi, kesenian, dan unsur kebudayaan lainnya terus dijaga agar tetap hidup di tengah masyarakat. Wintala berharap kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dapat memperkuat keberlanjutan kegiatan kebudayaan tersebut.
Pengembangan potensi lokal juga dilakukan melalui sektor kewirausahaan dan pariwisata.
Sementara Ketua Desa Preneur Argodadi Basuki, memaparkan sejumlah program yang sedang dikembangkan.
Baca Juga: Antisipasi Bencana, DPRD DIY Desak Pemda Segera Audit Lingkungan Hidup
Di antaranya wisata menggunakan VW Safari, kunjungan ke pelaku UMKM, serta pengenalan potensi lokal melalui platform digital Jongkang Market Desa.
Selain itu, Desa Preneur Argodadi turut mengembangkan Suaka Perikanan di Sungai Konteng, tepatnya di RT 10. Kawasan tersebut menjadi area perlindungan ikan lokal dengan zona inti sepanjang 500 meter yang tidak diperbolehkan untuk kegiatan penangkapan ikan.
Pengembangan ini diharapkan dapat menjaga keanekaragaman hayati sekaligus membuka peluang edukasi dan wisata berbasis lingkungan.
Basuki juga menyampaikan rencana pengembangan TeloFest pada 2027 sebagai festival yang mengangkat potensi pangan lokal, khususnya umbi-umbian atau polo kependem.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang promosi kekayaan lokal sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengembangan potensi kalurahan.
Baca Juga: 70 Ribu Warga DIY Mengangur, DPRD Dorong Anggaran Pro-Rakyat
Berbagai upaya tersebut menunjukkan bahwa pengembangan Kalurahan Budaya tidak berhenti pada pelestarian tradisi, tetapi juga diarahkan untuk menghubungkan kekayaan budaya dengan kegiatan ekonomi masyarakat.
Melalui pengembangan kesenian, kewirausahaan, dan pariwisata, potensi lokal Argodadi diharapkan dapat terus tumbuh dengan tetap berakar pada identitas budaya masyarakatnya.
Sekretaris Komisi D DPRD DIY, Muhammad Syafi’i menyampaikan, kekayaan budaya Argodadi merupakan potensi penting yang perlu terus dikembangkan. Potensi tersebut diharapkan menjadi salah satu kekuatan dalam mendorong peningkatan status menuju Kalurahan Mandiri Budaya.
“Di 14 padukuhan, Argodadi memiliki 58 jenis seni dan tradisi. Tentu ini menjadi satu potensi yang besar bagi desa, bagi Kabupaten Bantul, dan tentu juga bagi DIY” ungkap Syafi’i.
Menurutnya, pengembangan potensi budaya perlu didukung keterlibatan berbagai pihak. Pendamping kalurahan budaya juga memiliki peran penting sebagai penghubung antara masyarakat, pemerintah kalurahan, Dinas Kebudayaan, dan DPRD DIY dalam menyampaikan berbagai kebutuhan maupun perkembangan kebudayaan di tingkat lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Oase Malioboro Siap Sambut Wisatawan di Libur Akhir Tahun
- 2DIY Siapkan 203 Event Sepanjang 2027
- 3PWI DIY Terus Perjuangkan Gelar Pahlawan Nasional bagi Udin
- 4Dosen UMY Ungkap Penyebab Boikot RANS Carnival Yogyakarta
- 5Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...
- 6Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 7Dulu Saluran Pengairan, Tuk Bulus Sleman Kini Jadi Tempat Wisata Unggulan
- 8DPRD DIY Siap Bahas Anggaran DED Renovasi Stadion Mandala Krida
- 9Daftar Lengkap Pemain PSIM untuk League Cup, 3 Asing dan 6 EPA
- 10Tanggapi Kawat Berduri di Sumbu Filosofi, Pemda DIY Dorong Pengamanan Wisata yang Lebih Humanis








