Jogja

Dialami Aurelie Moeremans, Psikolog UMY Ungkap Child Grooming Kerap Tak Disadari Korban

M. Mubin Wibawa | 22 Januari 2026, 14:34 WIB
Dialami Aurelie Moeremans, Psikolog UMY Ungkap Child Grooming Kerap Tak Disadari Korban

Akurat.co,Jogja-Praktik child grooming menjadi perhatian luas karena pengakuan artis Aurelie Moeremans.

Ironisnya, kasus ini kerap tak disadari obyek atau korban.

Psikolog Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Cahyo Setiadi Ramadhan mengatakan, ada beberapa kondisi yang membuat child grooming tak disadari korban.

Baca Juga: UMY Segera Miliki Science Techno Park

Ia menyebut pelaku secara bertahap membangun kedekatan emosional dengan anak sebelum akhirnya memanfaatkan relasi tersebut untuk kepentingan pribadi.

“Child grooming dilakukan melalui proses yang perlahan dan manipulatif," ujarnya.

Pelaku, kata dia, berupaya menciptakan ketergantungan emosional anak. Ketika anak sudah merasa aman dan bergantung, di situlah pelaku mulai mengambil keuntungan dari relasi tersebut.

"Sering berujung pada eksploitasi seksual,” jelas Cahyo dikutip dari laman resmi UMY, Kamis (22/1/2026).

Dalam sejumlah kasus, child grooming bahkan berakhir pada relasi yang tampak sah secara sosial, seperti pernikahan.

Namun, menurut Cahyo, kondisi tersebut tidak serta-merta menghapus unsur eksploitasi.

Relasi yang dibangun sejak anak berada dalam posisi rentan tetap menyimpan ketimpangan kuasa, sehingga sulit menghadirkan hubungan yang setara dan sehat.

Baca Juga: Dosen FK UMY Ingatkan Bahaya Diabetes MODY yang Intai Anak Muda, Apa Itu?

Ironisnya, praktik child grooming sering kali tidak disadari oleh korban maupun lingkungan sekitar. Hal ini terjadi karena pelaku kerap menampilkan diri sebagai sosok yang terlihat peduli, suportif, dan dapat dipercaya.

“Pelaku biasanya ramah, perhatian, mau mendengarkan keluh kesah anak, serta memberikan validasi emosional. Dari luar, ia tampak seperti orang dewasa yang baik.

Padahal, di balik itu terdapat motif yang tidak sehat dan berpotensi merusak perkembangan psikologis anak,” ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.