Jogja

5 Fakta Tragis Siswa SD Gunungkidul Tertimpa Hollow dari Mobil, Akhirnya Meninggal, Berasal dari Keluarga Tak Mampu

Tegar Wahyudi | 25 April 2026, 11:05 WIB
5 Fakta Tragis Siswa SD Gunungkidul Tertimpa Hollow dari Mobil, Akhirnya Meninggal, Berasal dari Keluarga Tak Mampu
Bupati Gunungkidul dan jajaran saat melayat ke rumah duka, siswa Arsya, Jumat (24/4/2026). (foto: pemkab gunungkidul)

Akurat.co,Jogja-Seorang siswa kelas 1 SD Bleberan, Playen, Gunungkidul, meninggal dunia akibat tertimpa besi hollow dari kendaraan pengangkut.

Siswa bernama Arsya mengalami luka parah dan sempat mendapatkan perawatan, tapi nyawanya tak tertolong.

Baca Juga: Kemiskinan masih jadi Tantangan, Bupati Gunungkidul Harapkan Pembangunan Seimbang Utara dan Selatan DIY

Apa saja fakta tragis dari peristiwa ini? Berikut uraiannya:

1. Kronologi peristiwa

Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis, 23 April 2026 siang.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul, Ipda Nur Ikhwan, menjelaskan bahwa peristiwa bermula sekitar pukul 10.30 wib saat mobil Grand Max bernomor polisi AD 9064 AV melaju dari arah timur (Playen) menuju barat (Banyusoco).

Mobil yang dikemudikan oleh Heru Sukoco (64) tersebut membawa muatan berupa empat batang besi hollow ukuran 3x3 dengan panjang masing-masing 4 meter.

Muatan besi tersebut diikat di atas kabin hingga pintu belakang bak menggunakan tali tie down.

Saat kendaraan tengah melaju, ikatan besi tersebut diduga mengalami kendala sehingga keempat besi hollow jatuh ke sisi kiri bak belakang.

Sebagian batang besi yang menjuntai ke luar bak kemudian menghantam korban atau Rasya yang sedang berjalan kaki di bahu jalan.

"Besi hollow tersebut mengenai bagian kepala sebelah kiri dari pejalan kaki yang berjalan di sebelah kiri," ungkap Nur Ikhwan.

2. Alami luka serius

Korban, Arsya, mengalami luka serius setelah tertimpa besi yang dibawa oleh sebuah truk.

Meski sempat mendapatkan perawatan medis, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 18.00 wib di RSUD Wonosari.

Baca Juga: Temui Kepala Bappenas, Wakil Bupati Gunungkidul Berharap Kucuran DAK

3. Langsung mendapat perhatian bupati

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memberikan respon cepat dan terintegrasi atas musibah tragis yang menimpa Arsya, seorang siswa yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

Pada Jumat (24/4/2026), Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih didampingi jajaran Kepala Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Baznas, serta Direktur Bank BDG, melakukan kunjungan langsung (takziah) ke rumah duka.

4. Dapati fakta berasal dari keluarga tak mampu

Langkah ini bermula dari penelusuran (tracing) yang dilakukan Dinas Pendidikan terhadap identitas siswa tersebut, yang kemudian mengungkap kondisi memprihatinkan tempat tinggal keluarga korban.

Bupati menyatakan bahwa kondisi rumah keluarga Heri dan Yuni selaku orang tua Arsya saat ini jauh dari standar kesehatan,

5. Rencana renovasi rumah dan pemberdayaan ekonomi

Keluarga tersebut tinggal di rumah yang dinilai tak layak huni. Mereka tinggal dengan anak keduanya yang masih berusia 1,5 tahun.

Melalui dana zakat para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dihimpun oleh Baznas Kabupaten Gunungkidul, pemerintah akan membangun kembali rumah tersebut agar layak huni dan sehat bagi tumbuh kembang anak.

Selain perbaikan fisik bangunan, bupati juga merencanakan program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga korban.

Baca Juga: Gunungkidul Bersiap Hadapi Musim Kemarau

Rumianti, perwakilan kerabat keluarga korban, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas empati dan bantuan nyata dari berbagai pihak di Kabupaten Gunungkidul.

“Kami menghaturkan banyak terima kasih kepada ibu bupati, dinas sosial, Baznas, dinas pendidikan, dan semua pihak yang sudah hadir menunjukkan empati yang luar biasa,” ungkap Rumianti.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.