Jogja

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Jiwa, RSJ Grhasia Miliki 3 Gedung Baru

Atiek Widyastuti | 1 September 2026, 16:54 WIB
Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Jiwa, RSJ Grhasia Miliki 3 Gedung Baru
Gubernur DIY saat meninjau gedung baru RSJ Grhasia Yogyakarta. - Istimewa

Akurat.co, Jogja - Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia Yogyakarta kini memiliki tiga gedung baru. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X meresmikan langsung ketiga gedung baru tersebut, Selasa (01/09/2026).

Ketiga gedung baru tersebut, Gedung Psikiatri Terpadu Madukara, Pusat Rehabilitasi Medik Mandalawangi serta Gedung Farmasi dan Perbekalan Kesehatan Arogya Gathi.

Direktur RSJ Grhasia, dr. Akhmad Akhadi, menyampaikan, pengembangan fasilitas ini merupakan bagian dari Masterplan Transformasi Pelayanan Kesehatan RSJ Grhasia 2022–2042.

Transformasi ini dirancang untuk merespons dinamika demografi, kebutuhan kesehatan psikiatri sub-spesialis, pelayanan non-psikiatri pendukung, hingga mitigasi bencana erupsi Gunung Merapi.

Baca Juga: Meresahkan, Seorang ODGJ di Sleman Kini Ditampung di RSJ Grhasia

Pembangunan ketiga gedung yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2025 tersebut menelan total anggaran sebesar Rp 34.059.379.814 yang bersumber dari Dana Keistimewaan (Dana Istimewa) APBD DIY.

Rincian alokasi anggaran mencakup :

• Gedung Madukara (Pelayanan Psikiatri Terpadu) : Rp 19.028.535.853

• Gedung Mandalawangi (Pusat Rehabilitasi Medik) : Rp 9.349.347.957

• Gedung Arogya Gathi (Farmasi & Perbekalan Kesehatan) : Rp 5.861.496.004

Gubernur DIY dalam sambutannya menekankan, ketiga gedung baru ini merupakan satu kesatuan mata rantai pelayanan yang menghubungkan penanganan, pemulihan, hingga kesinambungan terapi.

Baca Juga: Transmigrasi Festival 2026 di Sleman: Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan UMKM Merapi

Gubernur mengingatkan agar kemajuan fisik dan teknologi fasilitas kesehatan senantiasa diimbangi dengan sentuhan kemanusiaan.

"Kemajuan pelayanan kesehatan tidak pernah dapat diukur hanya dari bertambahnya bangunan dan peralatan. Infrastruktur memperoleh maknanya ketika menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi sesama manusia," tegas Gubernur DIY.

Gubernur DIY juga mengajak masyarakat dan seluruh civitas hospitalia untuk bersama-sama mengikis stigma terhadap gangguan kesehatan jiwa.

Menurutnya, pemulihan sejati terjadi saat pasien mampu kembali menjalankan fungsi sosialnya di tengah masyarakat dengan bermartabat dan percaya diri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.