Jogja

Sinergi Lintas Daerah, Sleman dan Klaten Bagi Potensi Pajak Candi Prambanan Demi Dongkrak PAD

Atiek Widyastuti | 28 September 2026, 15:34 WIB
Sinergi Lintas Daerah, Sleman dan Klaten Bagi Potensi Pajak Candi Prambanan Demi Dongkrak PAD
Penandatanganan kerjasama pembagian PAD Candi Prambanan. - Istimewa

Akurat.co, Jogja - InJourney Destination Management, bersama Pemerintah Kabupaten Sleman dan Klaten resmi menyepakati penetapan pembagian pembayaran Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas Jasa Kesenian dan Hiburan di objek wisata kawasan Candi Prambanan.

Kesepakatan strategis lintas daerah tersebut ditandai dengan penandatanganan serta penyerahan salinan naskah Perjanjian Kerja Sama di Rama Shinta Garden Resto kompleks Ramayana Theater, Senin (28/09/2026).

Prosesi penandatanganan berita acara dilakukan langsung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, bersama Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. Dari IDM dihadiri oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko InJourney, Joel Siahaan.

Langkah ini merupakan wujud nyata pelaksanaan amanat peraturan perundang-undangan terkait Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.

Baca Juga: Rangkaian HUT Ke-81 Indonesia, PT TWC Suguhkan Wayang Kulit dengan Lakon 'Wahyu Katentreman', Solidaritas Bencana NTT

Melalui perjanjian ini, kedua pemerintah daerah menetapkan landasan hukum yang jelas dan transparan mengenai tata cara pembagian potensi pajak hiburan di kawasan perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten Sleman maupun Kabupaten Klaten secara adil dan akuntabel.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko InJourney, Joel Siahaan, menegaskan, Candi Prambanan merupakan simbol kemajemukan budaya dunia yang patut dijaga bersama.

Pihak InJourney / PT TWC menyambut positif kesepakatan ini dan siap menjalankan kewajiban penyetoran pajak sesuai persentase yang disepakati.

IDM selama ini juga terus berkomitmen memperkuat kontribusi sosial lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Baca Juga: 130 Ribu Wisatawan Diprediksi Padati Candi Prambanan, TWC Siap Perluas Lahan Parkir

"Seperti renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga sekitar, serta peningkatan pelayanan pariwisata melalui program InJourney Hospitality House guna melatih hospitality masyarakat lokal," katanya.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya menegaskan pentingnya mengedepankan semangat kebersamaan NKRI dan menghilangkan ego sektoral wilayah perbatasan.

Menurutnya, batas administrasi bukanlah penghalang untuk bersinergi demi kemajuan masyarakat kedua daerah.

"Mari kita gunakan hasil pajak ini dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan masyarakat Klaten dan Sleman," tegas Harda.

Harda juga menekankan bahwa hasil pajak tersebut harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung kenyamanan wisatawan, termasuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar kawasan candi serta aliran sungai yang melintas.

Baca Juga: InJourney Group Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak di NTT

Sementara itu, Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan Pemkab Sleman dan BUMN pengelola. Ia menilai kerja sama ini menumbuhkan rasa rumangsa melu handarbeni atau merasa ikut memiliki dan merawat Candi Prambanan bersama.

Mengingat tren pertumbuhan pariwisata Klaten yang kini mencatatkan 7,5 juta kunjungan wisatawan, ia optimistis kolaborasi penyelenggaraan event skala nasional maupun internasional di Prambanan akan mendongkrak perekonomian kedua wilayah secara signifikan.

"Semoga ini menjadi awal yang baik sehingga kita merasa sama-sama memiliki Candi Prambanan," ujarnya.

Hamenang juga mengajak Pemkab Sleman dan pihak InJourney / PT TWC untuk bersama-sama mendorong penyesuaian regulasi per zonasi kawasan (Perpres), agar pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata seperti perhotelan dan penginapan di sekitar Candi Prambanan maupun Candi Sewu dapat berkembang lebih fleksibel.

Baca Juga: Kolaborasi InJourney Destination Management dan Kemenko PMK, Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana di Candi Prambanan

Penataan kawasan ini dinilai krusial untuk memfasilitasi potensi besar kegiatan ibadah dan wisata religi umat Hindu dari berbagai belahan dunia.

Kemitraan antara Pemkab Sleman, Pemkab Klaten, dan InJourney / PT TWC diharapkan menjadi batu pijakan awal bagi kolaborasi yang lebih erat dalam menghadirkan pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat di kawasan perbatasan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.