Jogja

Saat Ratusan Mahasiswa di Jogja Bersihkan Kali Code, Sampah Plastik dan Styrofoam Paling Banyak Ditemukan

Tegar Wahyudi | 25 Juli 2026, 05:47 WIB
Saat Ratusan Mahasiswa di Jogja Bersihkan Kali Code, Sampah Plastik dan Styrofoam Paling Banyak Ditemukan
Mahasiswa yang terlibat membersihkan Kali Code, Jumat (24/7/2026). (foto: dok.pemkot jogja)

Akurat.co,Jogja-Sekitar 600 ratus mahasiswa dari perguruan tinggi di Yogyakarta turut membersihkan Kali Code.

Mahasiswa dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama-sama pemerintah kota terlibat dalam aksi tersebut, Jumat (24/7/2026) pagi.

Salah seorang mahasiswa UST, Nara dari Program Studi Psikologi, mengaku mendapat pengalaman baru dari aktivitas tersebut.

Selama kegiatan, Nara dan teman-temannya menemukan menemukan berbagai jenis sampah.

Baca Juga: Kerja Sama dengan Kampus, Penataan Kawasan Kali Code Ditarget Rampung 4 Tahun

Mulai dari plastik, styrofoam, popok hingga kemasan makanan yang mencemari aliran sungai.

"Yang paling banyak itu plastik dan styrofoam," kata Nara.

Nara menyebut kalau terus dibuang ke sungai tentu bisa menyebabkan banjir saat musim hujan, air menjadi kotor, ekosistem terganggu, dan ikan-ikan di sungai juga ikut tercemar," ujarnya.

Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo yang turut dalam kegiatan mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembekalan awal sebelum mereka diterjunkan ke lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Para peserta berasal dari River and Ecology Club UGM serta mahasiswa KKN Bakti Kampus UST periode I Tahun Akademik 2026/2027.

Hasto mengapresiasi keterlibatan mahasiswa yang menurutnya menjadi contoh nyata kepedulian generasi muda terhadap lingkungan.

Menurutnya, pengalaman langsung di lapangan penting untuk membangun empati terhadap lingkungan.

Ia menilai sungai merupakan sumber air sekaligus sumber kehidupan yang harus dijaga bersama.

Baca Juga: Normalisasi Kali Code capai 80 Persen, Berikutnya Fokus Penataan Bantaran

"Banyak sungai yang kurang diperhatikan, padahal sungai adalah sumber kehidupan. Air harus dirawat," terangnya

Hasto menjelaskan di banyak kota, kualitas air masih tercemar bakteri E. coli yang berdampak pada kesehatan masyarakat, termasuk memicu diare dan memengaruhi kualitas sumber daya manusia. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.