Jogja

Di Hadapan Maba, Dosen ISI Jogja Beri Pesan Penting Pemanfaatan AI

Haris Ma'ani | 27 Agustus 2026, 12:02 WIB
Di Hadapan Maba, Dosen ISI Jogja Beri Pesan Penting Pemanfaatan AI
Maba ISI Jogja diberikan pemahaman penting tentang pemanfaatan AI.-foto: dok ISI

Akurat.co,Jogja-Di hadapan mahasiswa baru (maba), dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta memberikan pesan penting terkait pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI.

Pesan tersebut disampaikan Dr. Deddy Setyawan melalui Kuliah Perdana Mahasiswa Baru 2026 bertema “Berkarya dengan Integritas di Era AI”.

Dosen Program Studi Produksi Film dan Televisi, Fakultas Seni Media Rekam, ISI Yogyakarta tersebut mengajak mahasiswa memahami peluang sekaligus risiko penggunaan kecerdasan artifisial dalam proses kreatif.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Fanny Soegi jadi Maba ISI Yogyakarta, Sudah Umur 27 Tahun dan Pernah Kuliah di Undip

Dalam kuliah perdana, Deddy memperkenalkan semangat “Ojo Urik” atau “Jangan Curang” sebagai prinsip sederhana namun mendasar dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Mahasiswa diajak menjaga tiga prinsip kreator bermartabat, yakni jujur, menghargai sumber, dan bertanggung jawab penuh terhadap karya.

Penggunaan AI dalam proses penciptaan diarahkan melalui tahapan ideasi, proses hibrida antara teknologi dan intervensi manusia, hingga finalisasi yang tetap menempatkan manusia sebagai penentu kualitas dan integritas karya.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi di lingkungan pendidikan seni perlu berjalan beriringan dengan orisinalitas, etika, tanggung jawab sosial, serta penghargaan terhadap proses penciptaan.

“AI adalah alat untuk meningkatkan kreativitas, bukan pengganti jiwa dan integritas manusia,” ungkapnya dikutip dari laman resmi ISI Jogja, Kamis (27/8).

Komitmen terhadap integritas juga dituangkan dalam Janji Mahasiswa ISI Yogyakarta.

Mahasiswa baru berjanji menjunjung nilai dasar negara dan nilai ilmiah, menjaga nama baik institusi, mengembangkan kebebasan akademik serta karya seni yang selaras antara estetika dan etika, membangun kejujuran dan etos kerja, mengembangkan kreativitas secara mandiri maupun kolaboratif, serta peduli terhadap kebutuhan masyarakat.

Mahasiswa juga berkomitmen melestarikan nilai budaya nasional sebagai dasar pengembangan kepribadian berkesenian untuk kebutuhan nasional dan internasional.

Komitmen tersebut menjadi fondasi penting bagi proses pendidikan seni yang tidak berhenti pada penciptaan karya, tetapi juga diarahkan kepada tanggung jawab sosial dan kebudayaan.

Baca Juga: Peluncuran Tim PSIM Dilakukan di Stadion Sultan Agung Bantul

Tahun ini, ISI Yogyakarta menerima 1.967 maba tahun akademik 2026/2027.

Para mahasiswa baru tersebut berhasil memperoleh tempat di ISI Yogyakarta setelah berkompetisi dengan 12.737 calon maba lainnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.