5 Fakta Menarik Cahya Supriadi, Kiper asal Karawang yang Gagalkan Kemenangan Persib, Bikin Klok Gak Bisa Tidur

Akurat.co,Jogja-Minggu (25/8/2025) sore menjadi hari penuh kegemilangan bagi Cahya Supriadi.
Kembali mengawal gawang PSIM Jogja, Cahya turut andil saat Laskar Mataram menahan imbang 1-1 Persib Bandung di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Baca Juga: Rekrut Cahya Supriadi, Manajemen PSIM Ungkap Alasan Tak Terduga
Sejumlah fakta menarik dari Cahya Supriadi terangkum dalam ulasan di bawah ini:
1. Kiper kelahiran Karawang yang menggagalkan kemenangan Persib
Cahya Supriadi adalah kiper kelahiran Karawang, 11 Februari 2003.
Pada Minggu sore kemarin, ia sukses menggagalkan kemenangan tim asal Jawa Barat, tempat lahirnya, berkat penyelamatan gemilang dari penalti.
2. Menepis tendangan penalti seniornya di timnas, Marc Klok
Pada laga melawan Persib Bandung di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Persib mendapatkan peluang membawa pulang tiga poin saat mendapatkan penalti di masa tambahan waktu babak kedua.
Klok yang mengambil tendangan, berusaha melakukan tugasnya dengan baik.
Tetapi, Cahya berhasil membaca tendangan Klok dan mementahkan dengan kakinya.
3. Mengawali karier di Persija
Cahya mengawali karier profesionalnya dengan klub ibu kota, Persija Jakarta.
Cahya bergabung dengan Persija di musim 2018/2019, kemudian masuk Persija U-19 musim berikutnya dan promosi ke tim utama di musim 2020/2021.
Ketatnya persaingan membuat Cahya hengkang ke Bekasi City pada musim 2024/2025 dengan total lima penampilan bersama Macan Kemayoran.
Baca Juga: Pernyataan Lengkap Cahya Supriadi Usai Gabung PSIM, Ada Pesan Khusus untuk Fans
4. Kiper Garuda Muda
Cahya adalah kiper tim Indonesia U-23. Tapi saat pelaksanaan ASEAN Cup U-23 2025 lalu, posisi kiper utama dipegang Muhammad Ardiansyah.
Pelatih tim U-23, Gerald Vanenburg menjadikan kiper PSM yang tak pernah dipanggil timnas kelompok umur tersebut, sebagai nomor satu.
Ardiansyah membawa Indonesia menjadi runner-up ASEAN Cup U-23 2025, tampil dalam empat dari lima laga turnamen itu.
Tapi, seiring penampilan apiknya di Super League, bisa saja nantinya Cahya yang akan jadi pilihan utama di tim Garuda Muda.
5. Tiga kali jadi starter di Super League
Pelatih PSIM, Van Gastel memberikan kepercayaan penuh kepada Cahya.
Sudah tiga kali beruntun, ia menjadi starter pada laga Super League.
Jika terus konsisten, bukan tak mungkin ia akan menemukan penampilan terbaik dan menjadi salah satu kiper lokal yang mumpuni.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 4Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 5Tangan di Saku, Manajer PSIM Iksan Mahar Meminta Maaf
- 6Hadapi PSIM, PSM Makassar Lakukan Persiapan Khusus
- 7Kapolda Baru DIY Bakal Terbitkan Aturan Unjuk Rasa
- 8Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









