Menko AHY Soroti Infrastruktur Jalur Selatan DIY, Percepat Distribusi Nelayan dan UMKM

Akurat.co,Jogja-Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menaruh perhatian penuh terhadap pembangunan infrastrtur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), khususnya jalur selatan (Jasel).
Menurutnya pembangunan infrastruktur DIY dan Jasela akan berperan mengatasi kesenjangan antarwilayah.
Ia menekankan, pentingnya onektivitas darat, laut, dan udara.
"Ini akan mempercepat distribusi hasil produksi, menekan biaya transportasi, dan meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, serta pelaku UMKM,” jelasnya saat menghadiri Rapat Koordinasi dan Konferensi Pembangunan Infrastruktur DIY-Jawa Tengah Selatan (Jasela) di Gedung Nusantara V MPR/DPD RI, Rabu (13/8).
Baca Juga: Bertempat di Benteng Cepuri, Lomba Melamun Digelar di Yogyakarta 18 Agustus 2025
AHY menambahkan keberhasilan pembangunan membutuhkan sinergi antara visi-misi Presiden Prabowo Subianto dengan agenda prioritas pemerintah daerah.
Pihaknya juga mendorong pembiayaan kreatif agar pembangunan tidak hanya bergantung pada APBN.
“Infrastruktur adalah tulang punggung pertumbuhan ekonomi, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sri Sultan ungkap perkembangan pembangunan Jasela
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang juga hadir dalam kegiatan, mengungkap perkembangan pembangunan infrastruktur di Jasela.
Raja Kraton Yogyakarta ini menyebut penyelesaian Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang tinggal menyisakan 5 km dari total 118,39 km, serta pembangunan jalur penghubung utara–selatan untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan perikanan.
“Jalur utara-selatan yang memenuhi standar sangat diperlukan agar manfaat tol dan JJLS tidak hanya menjadi jalur transit, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” tegasnya.
Baca Juga: Ratusan Pelajar SMP di Sleman Keracunan MBG, Polisi Periksa SPPG
Sri Sultan juga menyoroti pemanfaatan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) yang saat ini belum optimal untuk penerbangan internasional.
Ia mengajak pemerintah pusat dan daerah sekitar mengembangkan konsep aerotropolis yang terencana, mencegah tumbuhnya kawasan kumuh, sekaligus menjadikan YIA sebagai pusat pertumbuhan pariwisata dan investasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Oase Malioboro Siap Sambut Wisatawan di Libur Akhir Tahun
- 2DIY Siapkan 203 Event Sepanjang 2027
- 3Daftar Lengkap Pemain PSIM untuk League Cup, 3 Asing dan 6 EPA
- 4Dosen UMY Ungkap Penyebab Boikot RANS Carnival Yogyakarta
- 5Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...
- 6Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 7Fenomena Warga Miskin RI, Beli Rokok Lebih Utama ketimbang Makanan Bergizi
- 8Hujan Es Gegerkan Bantul, BMKG Jogja Ungkap Penyebabnya
- 9Jadwal I League Cup Hari Ini: PSS Jamu PSGC Ciamis
- 10Pemkab Bantul Salurkan Bantuan 2.000 Ekor Ayam Petelur ke Warga





