Jogja

Ratusan Pelajar SMP di Sleman Keracunan MBG, Polisi Periksa SPPG

Yudi Permana | 14 Agustus 2025, 13:53 WIB
Ratusan Pelajar SMP di Sleman Keracunan MBG, Polisi Periksa SPPG

Akurat.co, Jogja - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sleman langsung melakukan penyidikan terkait keracunan massal yang menimpa ratusan pelajar dari 3 SMP di Kapanewon Mlati.

Salah satunya dengan pengambilan sampel untuk selanjutnya dilakukan uji lab di Labfor Semarang.

"Beberapa sampel yang kita ambil, antara lain makanan, bumbu yang dipakai dan juga muntahan anak-anak," kata Kapolresta Sleman Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo, Kamis (14/08/2025).

Tak hanya itu, penyidik juga telah memanggil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia MBG.

Baca Juga: Ratusan Pelajar Keracunan MBG, Pemkab Sleman Langsung Evaluasi Internal

Dan sejak kasus tersebut muncul, operasional MBG di SPPG setempat dihentikan terlebih dahulu.

"Khusus yang SMP dihentikan terlebih dahulu. Kalau yang SD tetap berjalan. Karena untuk menunya memang berbeda," ungkapnya.

Pihak SMP Muhammadiyah 3 Mlati langsung mengambil langkah dengan mengundang wali murid ke sekolah. Ini dimaksudkan untuk menjelaskan kronologi kejadiannya.

"Lebih ke klarifikasi dengan menyampaikan informasi yang sebenar-benarnya. Kami juga mengundang Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan pihak SPPG selaku penyedia MBG," ujar Kepala SMP Muhammadiyah 3 Mlati Yulia Rahmawati.

Baca Juga: 90 Pelajar di Sleman Keracunan Massal, Diduga Usai Menyantap Menu MBG

Langkah lain yang diambil sekolah, selain meliburkan anak-anak juga menghentikan MBG.

"Tidak tahu sampai kapan. Tapi saat ini kami menolak MBG. Sampai evaluasi dan ada jaminan keamanan," jelasnya.

Pihak sekolah menghendaki agar SOP dalam penyedia MBG lebih diperketat. Mulai dari pemilihan bahan, proses pemasakan hingga distribusi ke sekolah.

Apalagi berdasarkan informasi yang diterima sekolah, makanan itu masaknya pada malam hari.

Baca Juga: Usai Keracunan Massal Pelajar Di Kulon Progo, SPPG Sebut Penyajian MBG Sudah Sesuai SOP

Untuk itu harus ada informasi sampai jam berapa makanan tersebut layak dikonsumsi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.