Jogja

Tekan Inflasi, Pemkab Gunungkidul Distribusikan 10 Ton Sembako Murah

Haris Ma'ani | 25 Februari 2026, 12:05 WIB
Tekan Inflasi, Pemkab Gunungkidul Distribusikan 10 Ton Sembako Murah

Akurat.co,Jogja-Dinas Perdagangan Pemkab Gunungkidul mendistribusikan sebanyak 10 ton sembako murah sebagai bagian mengendalikan inflasi selama bulan suci Ramadhan dan idulfitri 2026.

"Momentum seperti Ramadhan dan lebaran seringkali memicu kenaikan harga jika permintaan tinggi namun pasokan barang terbatas," ujar Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih saat peluncuran, Selasa (24/2/2026).

Menurut Endah operasi pasar dibutuhkan untuk membantu masyarakat, sehingga nilai jualnya pun lebih rendah daripada harga eceran di pasaran.

Baca Juga: Pemkab Gunungkidul Upayakan Relokasi Warga Terdampak Banjir Bandang di Kelurahan Tancep

Sebanyak 10 ton sembako didistribusikan

Kepala Dinas Perdagangan, Kelik Yuniantoro menjelaskan bahwa dalam operasi pasar kali ini, pihaknya menyiapkan total 10 ton komoditas.

Terdiri dari 3.500 kg gula pasir dan 6.500 liter minyak goreng.

Distribusi dilakukan melalui 40 pedagang yang tersebar di beberapa titik, antara lain Pasar Argosari, Pasar Semin, Pasar Ponjong, Pasar Wonosari, dan Pasar Semanu.

Harga yang ditawarkan dalam operasi ini dipastikan di bawah harga pasar, seperti gula pasir yang saat ini menyentuh harga Rp17.500 per kilogram di pasaran, dijual hanya seharga Rp15.500.

Demikian pula dengan minyak goreng yang disubsidi sehingga masyarakat dapat memperolehnya dengan selisih harga Rp2.000 hingga Rp2.500 lebih murah dari harga normal.

Baca Juga: Jamin Ketersediaan Sembako Murah, Pemkot Jogja Tambah Warung Mrantasi

"Untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran bagi masyarakat prasejahtera, pemerintah memberlakukan pembatasan pembelian," ujar Kelik.

Setiap warga hanya diperbolehkan membeli maksimal dua kemasan atau dua liter. Hal ini dilakukan untuk mencegah aksi borong oleh oknum yang berniat menjual kembali barang tersebut dengan harga tinggi di luar pasar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Haris Ma'ani
H