Jogja

Alhamdulillah, Stok Beras di Gunungkidul Alami Surplus

Haris Ma'ani | 26 Februari 2026, 13:04 WIB
Alhamdulillah, Stok Beras di Gunungkidul Alami Surplus
Potret proses penggilingan gabah menjadi beras. (foto: Instagram/humasjogja)

Akurat.co,Jogja-Wilayah Gunungkidul kerap mengalami kesulitan bahan makanan pokok utama beras karena faktor kekeringan.

Hal tersebut sempat dialami pada 2024. Tapi tahun ini, situasi berbeda. Cuaca mendukung masa tanam.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih bahkan mengungkapkan stok beras di wilayahnya saat ini sangat aman, bahkan mengalami surplus.

Baca Juga: Pemkot Jogja Pastikan Bahan Pangan selama Ramadhan Aman Dikonsumsi

Para petani juga memiliki tradisi menyimpan sebagian hasil panen (gabah) sebagai cadangan pangan keluarga.

“Kita sebenarnya surplus beras. Petani kita cerdas, mereka menyimpan hasil panen sebagai cadangan," kata Endah, Rabu (25/2/2026.

Hal tersebut seperti terlihat di Gapoktan Maguru di Desa Pulutan, Wonosari, Gunungkidul. Di mana stok beras di sana aman.

Endah menyebut, gapoktan juga memiliki sistem indentifikasi guna mengamankan stok.

Semisal, untuk kebutuhan rutin seperti pemenuhan beras bagi ASN yang wajib membeli produk lokal.

"Mereka tahu persis siapa anggota yang siap menyetor setiap bulan,” jelas Endah.

Baca Juga: BBPOM Yogyakarta Temukan Bahan Berbahaya Dijual Pedagang Pasar Tradisional di Sleman

Keberhasilan ini juga didukung modernisasi alat pertanian, termasuk bantuan alat penggilingan dan mobil operasional dari Bank Indonesia (BI), yang rencananya akan ditambah dengan alat pengering (dryer) untuk menjaga kualitas gabah.

Sementara itu, data Gapoktan di Gunungkidul saat ini memiliki kapasitas giling 1,5 ton/hari, dengan harga jual ke pedagang Rp12.500–Rp13.000/kg.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.