Pohon Asam dan Gayam Di Kawasan Malioboro yang Penuh Sarat Makna

Akurat.co, Jogja - Kawasan Malioboro jadi salah satu pusat perekonomian masyarakat Yogyakarta.
Salah satunya dengan banyaknya toko yang menjajakan makanan maupun souvenir khas Yogyakarta.
Namun, pernahkan penasaran tentang keberadaan pohon-pohon di sepanjang Malioboro?
Dilansir dari Instagram @humasjogja, penamaan Jalan Malioboro dan pemilihan vegetasi yang ditanam, memiliki filosofinya tersendiri.
Baca Juga: 5 Tips Belanja Seru di Malioboro Jogja Biar Dompet Aman, Hati Senang
Sama seperti Keraton Jogja, dahulu, Jalan Malioboro juga dibangun dengan konsepsi Hamemayu Hayuning Bawono.
Artinya membuat bawono (alam) menjadi hayu (indah) dan rahayu (selamat dan lestari).
Selain itu, pembangunan Jalan Malioboro pun menjadi bagian dari penggambaran konsep Sangkan Paraning Dumadi (perjalanan siklus hidup manusia), bersama Jalan Margatama dan Margamulya.
Jalan-jalan tersebut, khususnya, mewakili filosofi paran (tujuan), yaitu perjalanan manusia menuju penciptanya.
Jalan Margatama berarti jalan menuju keutamaan. Sedangkan Jalan Maliabara (Jalan Malioboro), berarti penggunaan “obor” penerang, yaitu ajaran para wali.
Baca Juga: 5 Fakta Unik Malioboro Jogja yang Jarang Diketahui Wisatawan
Kemudian terus ke selatan, terdapat Jalan Margamulya yang berarti jalan menuju kemuliaan. Untuk menuju kesana, manusia harus bisa mengusir (ngurak) nafsu-nafsu yang buruk, oleh karena itu, jalan berikutnya dinamai Jalan Pangurakan.
Tak sekadar perindang, pohon asam (asem) dan pohon gayam yang ditanami di sepanjang tepian Jalan Margatama hingga Jalan Margamulya pun memiliki arti tersendiri.
Pohon asem atau asam (Tamarindus indica) melambangkan sengsem (ketertarikan) dan gayam melambangkan ayom (ketenangan).
Harapannya, orang-orang yang melewati jalanan sarat pesan kemuliaan tersebut akan merasa senang atau tertarik dan tenang atau nyaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









