Jogja

Ayam Goreng Mbah Tumbu: Legendarisnya Rasa Otentik dari Dapur Pedesaan Gunungkidul

Yudi Permana | 28 Juni 2025, 08:00 WIB
Ayam Goreng Mbah Tumbu: Legendarisnya Rasa Otentik dari Dapur Pedesaan Gunungkidul

Akurat.co, Jogja - Dari balik dapur tradisional yang masih pakai tungku kayu, lahir satu rasa legendaris yang bikin banyak orang rela nyasar sampai Semanu, Gunungkidul.

Namanya Ayam Goreng Mbah Tumbu. Warung sederhana ini udah eksis sejak 1963, tapi rasanya enggak pernah berubah, masih nendang banget sampai sekarang.

Rahasia kenikmatannya ada di ayam kampung yang dimasak dengan bumbu bacem khas Jawa.

Baca Juga: 5 Tips Liburan Aman ke Pantai di Gunungkidul yang Wajib Kamu Tahu

Prosesnya presisi banget, jadi bumbu bisa meresap sampai ke dalam daging. Begitu digoreng, teksturnya empuk dan wangi aroma kayu bakar langsung bikin perut keroncongan.

Satu porsi isinya lengkap: ayam goreng bacem, lodeh tahu cabai hijau, nasi putih, dan yang paling ditunggu-tunggu, sambalnya!

Sambal di sini enggak main-main. Racikannya dari cabai rawit hijau, cabai merah, dan bawang putih, bikin rasa pedasnya segar dan bikin nagih.

Baca Juga: Menu Magelangan Ala Burjo: Menu Favorit Mahasiswa Selain Nasi Telur

Disadur dari Jogja Prov pada Sabtu, 28 Junin2205, perpaduan rasa gurih, manis, dan pedas ini bikin Ayam Goreng Mbah Tumbu jadi kuliner yang enggak boleh dilewatkan pas lagi main ke Gunungkidul.

Lokasinya ada di Ngebrak Barat, Semanu, deket banget sama wisata Gua Kalisuci.

Jadi habis cave tubing, mampir ke sini bisa jadi pilihan sempurna buat isi energi.

Baca Juga: Gemuruh Air Sungai Tenangkan Pikiran, Ini 5 Spot Ngopi Pinggir Sungai di Jogja

Kulineran di sini bukan cuma soal rasa, tapi juga soal pengalaman makan yang berasa pulang ke dapur nenek di desa. Enggak heran, tempat ini terus jadi favorit lintas generasi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.