Stok BBM Sleman Diklaim Aman 7 Kali Lipat, Pemkab Minta Warga Tak Panic Buying

Akurat.co, Jogja - Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sleman masih saja terjadi.
Meski dari Pertamina telah menegaskan, tidak ada pengurangan stok.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman bersama Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah - DIY turun langsung memantau ketersediaan BBM di dua SPBU, Kamis (22/10/2026).
Dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda), ada dua SPBU yang dituju, SPBU Kentungan dan SPBU UTY. Pemantauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok BBM aman, serta pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik.
Baca Juga: Antrean BBM di Jateng dan DIY Meluas, Pertamina Jamin Pasokan Aman
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, antrean kendaraan pada hari biasa relatif terkendali, yakni sekitar 10 hingga 15 sepeda motor.
Sedangkan pada siang hari berkisar lima hingga enam motor. Antrean yang lebih panjang biasanya muncul pada akhir pekan.
"Kondisi ketersediaan BBM di Kabupaten Sleman saat ini aman dan terkendali. Pertamina Patra Niaga juga terus melakukan pemantauan terhadap persediaan BBM di sejumlah SPBU," ujar Sekda Sleman, Abu Bakar.
Ia menghimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan maupun penimbunan.
Abu menyebut, pada waktu tertentu antrean kendaraan mengalami peningkatan. Kondisi tersebut terjadi di SPBU Boko sekitar dua pekan lalu, ketika antrean kendaraan mencapai tepi jalan.
Baca Juga: Kenaikan BBM Pemicu Inflasi Kota Jogja
Meski begitu, Abu menilai penerapan sistem ganjil genap dalam pembelian BBM belum diperlukan. M situasi di Sleman masih dalam kondisi normal.
“Jika terdapat SPBU yang kehabisan stok, pasokan akan segera dikirim berdasarkan pantauan data Pertamina,” tegasnya.
Sementara itu, Area Manager Communication Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jateng dan DIY, Taufiq Kurniawan menjelaskan, bahwa antrean Pertalite meningkat akibat konsumen beralih dari Pertamax. Akibatnya, permintaan Pertalite di DIY meningkat sekitar 7 persen.
”Meskipun ada antrean, masyarakat tidak perlu khawatir. Tetap membeli sesuai kebutuhan karena barangnya pasti ada,” ungkap Taufiq.
Ia menambahkan, ketersediaan stok BBM berada di tujuh kali lipat konsumsi normal. Solar 14 kali lipat, LPG empat kali lipat, Pertamax 19 kali lipat dan Pertamax Turbo 34 kali lipat.
Baca Juga: Pemkab Sleman Pastikan Stok Elpiji dan BBM Aman Jelang Idul Fitri 1447 H
Selain itu, Pertamina juga akan memetakan SPBU yang berpotensi mengalami antrean panjang, terutama yang berukuran kecil dengan jalan sempit seperti SPBU Kentungan. Hal tersebut ditujukan sebagai mitigasi bersama antara Pertamina dengan Pemerintah Kabupaten Sleman.
Pemerintah pun menghimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berulang, untuk dijual kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 15 Fakta Penting Demo 2 Tahun Prabowo Gibran di Jogja, Berakhir Rusuh, Massa Duduki DPRD hingga Malam
- 2Muhammadiyah Desak Hukum Tegas Pelaku Karhutla Tanpa Pandang Bulu
- 32 Tahun Pemerintah Prabowo Gibran, Ribuan Mahasiswa Duduki DPRD DIY, Tuntut Pemerintah Lakukan Hal Ini!
- 42 Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa DIY dan Tuntut 7 Hal Ini Kepada Pemerintah
- 5Dikira Santri, Ini 5 Fakta Menarik Dosen FISIP UGM Media Wahyudi Askar
- 6Antrean BBM di Jateng dan DIY Meluas, Pertamina Jamin Pasokan Aman
- 7Hasil BRI Super League: Kalah 5 Laga Beruntun, PSIM Ingin Bangkit di Laga Berikut
- 8Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya
- 9Stok BBM Sleman Diklaim Aman 7 Kali Lipat, Pemkab Minta Warga Tak Panic Buying
- 10Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya






