Lahan UPN Yogyakarta yang Kena Tol Tiba-tiba Bertambah, Rektor Buka Suara

Akurat.co, Jogja - Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta menjadi salah satu kampus di DIY yang terkena proyek jalan tol Jogja-Solo sesi dua, persisnya ruas Maguwoharjo-Trihanggo.
Meski tidak sampai menyentuh ruang perkuliahan, namun patung ikonik yang berdiri di depan gedung rektorat, dipastikan akan terkena dampak dari pembangunan tol.
Pihak kampus menurut Menurut Rektor UPNVY Prof Mohamad Irhas Effendi, juga terus berdikusi dengan Jasa Marga mengenai hal ini. Karena target pembangunannya itu memang berubah-ubah.
"Di awal, di diskusi yang pertama itu, sesi 1 itu kira-kira sampai Maguwoharjo. Nah, kita masih yang sesi 2," jelasnya saat media gathering di Yogyakarta, Kamis (22/10/2026).
Baca Juga: Prodi Humas S1 UPN Veteran Yogyakarta Raih Akreditasi Unggul
Semula ada 3.000 meter lahan UPNVY yang terkena dampak pembangunan tol. Namun, bertambah 16 meter. Jadi totalnya 3.018 meter.
"Dan ini yang terkena bangunan adalah bangunan Menwa, kemudian bangunan Satpam. Nanti pintu gerbang masuk itu ada di seberang satpam, pintu gerbang keluar di sebelah utara," jelasnya.
Mengenai patung ikonik UPNVY, Prof Irhas menjelaskan secara teknis dan filosofi.
Secara filosofi, patung tersebut ternyata dibangun dengan titik pandang yang menyebar. Dan itu menurutnya kurang tepat. Karena seperti bersama, melainkan memiliki tujuan yang berbeda.
Baca Juga: Keren! Mahasiswa UPNVY Sulap Limbah Kertas Jadi Game Edukasi Budaya
Untuk itu, patung akan dipindahkan ke dalam dengan konsep one vision atau satu pandangan. Saat ini sedang proses dirancang agar seluruh figur patung bisa menuju ke satu titik pandang yang sama.
"Siapapun mereka. Mahasiswa, dosen ataupun yang lain. Tapi pandangannya menuju satu titik," jelasnya.
Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UPNVY Sutarto menegaskan, selain Markas Menwa dan Pos Satpam, beberapa fasilitas lain juga ikut terdampak, termasuk ATM Center dan bangunan di area Fakultas Pertanian pojok timur kampus.
“Realisasinya mungkin awal atau pertengahan 2027. Karena ini untuk kepentingan umum, ya kita harus mengalah dan menyesuaikan. Walaupun jujur saya belum bisa membayangkan nanti estetika kampus seperti apa kalau dipotong dan ada jalan tol melayang (elevated) di atasnya,” jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 15 Fakta Menarik Pelatih Sementara PSIM Guntur Cahyo Utomo, Pria Solo yang Pernah di Tim U-19 Indonesia
- 2Bea Cukai Jogja Berhasil Gagalkan Upaya Penyelundupan Emas 24 Karat Ilegal di Bandara YIA, Rugikan Negara Rp1,6 M
- 35 Fakta Penting Demo 2 Tahun Prabowo Gibran di Jogja, Berakhir Rusuh, Massa Duduki DPRD hingga Malam
- 4Muhammadiyah Desak Hukum Tegas Pelaku Karhutla Tanpa Pandang Bulu
- 52 Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa DIY dan Tuntut 7 Hal Ini Kepada Pemerintah
- 62 Tahun Pemerintah Prabowo Gibran, Ribuan Mahasiswa Duduki DPRD DIY, Tuntut Pemerintah Lakukan Hal Ini!
- 7Hasil BRI Super League: Kalah 5 Laga Beruntun, PSIM Ingin Bangkit di Laga Berikut
- 8Dikira Santri, Ini 5 Fakta Menarik Dosen FISIP UGM Media Wahyudi Askar
- 9Bukan Memperumit Aturan, Perda Nomor 3 Tahun 2024 DIY Dirancang untuk Mudahkan Tata Kelola Desa
- 10Dikira Santri, Ini 5 Fakta Menarik Dosen FISIP UGM Media Wahyudi Askar




