Jogja

Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya

Atiek Widyastuti | 23 Oktober 2026, 12:53 WIB
Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya
Ilustrasi cuaca Jakarta cerah hari ini

Akurat.co, Jogja - Beberapa hari terakhir cuaca di DIY dan sekitarnya cenderung panas.

Menurut analisis dari Stasiun Klimatologi Kelas II Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, hal ini disebabkan posisi gerak semu matahari yg berada di selatan ekuator atau melintasi jawa.

"Tutupan awan juga sedikit, sehingga radiasi yg diterima maksimal," kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II DIY, Mamenun, Jumat (23/10/2026).

Selain itu, saat ini di wilayah DIY dan sekitarnya juga masih masuk musim kemarau dan El Nino masih di level yang sangat kuat.

Baca Juga: Susun Raperda Penanggulangan Bencana, DPRD DIY Kolaborasi dengan BMKG DIY

Berdasarkan catatan, suhu maksimum tertinggi di DIY terjadi tanggal 16 Oktober 2026 lalu dengan 35.7 derajat celcius.

Menurut analisis dari Stasiun Klimatologi Kelas II BMKG Yogyakarta mengeluarkan 'warning stripes'. Berupa representasi visual dari perubahan suhu rata-rata tahunan suatu wilayah selama periode waktu tertentu.

Dimana setiap garis vertikal mewakili satu tahun dengan warga yang menggambarkan suhu relatif tahun tersebut dibandingkan dengan rata-rata jangka panjang (CSC/Copemicus Climate Change Service).

Artinya, tren suhu cenderung meningkat seiring waktu. Tahun-tahun terakhir didominasi warna merah atau orange, menandakan suhu lebih tinggi dari norma. Kondisi tersebut sejalan dengan fenomena pemanasan global yang terus berlangsung.

Baca Juga: Matahari Kayak Lagi Diskon, Ini Penyebab Cuaca Panas yang Melanda Jogja

Di DIY dan seperti banyak tempat lainnya, warning stripes dapat menunjukkan tren peningkatan suhu. Seiring dengan berjalannya waktu, yang merupakan indikasi dari perubahan iklim.

"Data ini penting untuk meningkatkan kesadaran akan dampak perubahan iklim di tingkat lokal dan mendorong tindakan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca serta beradaptasi dengan perubahan yang terjadi," jelasnya.

Mamenun mengungkapkan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan masyarakat di rumah. Seperti menghemat penggunaan listrik, mengurangi emisi dari kendaraan bermotor, menanam dan merawat pohon serta mendukung energi bersih dan ruang terbuka hijau.

"Warning stripes membantu kita melihat perubahan suhu dari tahun ke tahun. Memahami perubahan iklim adalah langkah awal untuk menjaga masa depan," jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.